Suka Tulis

Travel. Culinary. Writing.

Macam-macam Negara Hukum


Ilmu Hukum

Ilmu Hukum

Macam-macam Negara Hukum

            Penggolongan Negara-negara dengan melihat hubungan antara penguasa dan rakyat merupakan peninjauan dari sisi Negara hokum, Negara hokum yang timbul akibat reaksi terhadap kekuasaan raja yang absolute melahirkan 3 macam Negara hokum, yaitu :

  • Negara hokum liberal, yaitu negara hokum yang berkriteria sebagai berikut.
    • Negara pasif, negara harus tunduk pada peraturan-peraturan negara.
    • Tindakan penguasa dibatasi oleh hokum.
    • Orang yang akan berjabat harus memenuhi standar tertentu.
    • Persetujuan pihak terkait.
    • Negara hokum formil, yaitu negara hokum yang berkriteria sebagai berikut.
      • Adanya kesepakatan antara rakyat dan pemerintah atas negara hokum.
      • Tindakan pemerintah dibatasi oleh hokum (berdasarkan UUD)
      • Negara demokratis yang berlandasan negara hokum.
      • Negara hokum materil, yaitu negara hokum yang berkriteria sebagai berikut.
        • Perkembangan signifikan dari negara hokum formil.
        • Tindakan pemerintah dibatasi oleh hokum.
        • Berlaku asas opportunitas.

Macam-macam negara hokum tersebut memiliki persamaan pada tindakan atau perbuatan penguasa –harus tunduk pada peraturan yang berlaku –meski pada tahun 1789 sempat terjadi kekacauan di masa pemerintahan Louis XIV dari perancis yang berujung pada Revolusi Perancis.  Hingga tujuan cita negara hokum tidak pernah tercapai dengan konsep negara hokum liberal –yang pada akhirnya Frederich Julius Stahl memperbaiki konsep tersebut[1].

Perbedaan yang tercitra antar negara hokum juga mengindikasikan adanya kepentingan –baik untuk masyarakat dan penguasa. Seperti kesepakatan yang terjalin antara rakyat dan penguasa pada negara hokum formil, namun ciri tersebut tidak terdapat pada negara hokum liberal, tentu saja tidak ditemui, pasalnya, negara hokum liberal muncul setelah hancurnya negara hokum polisi. Menurut Hans Nawsky, negara hokum polisi terdiri atas Sicherheit Polizei yang berfungsi sebagai penjaga tata tertib dan keamanan, dan Verwaltung Polizei atau Wohlfart Polizei yang berfungsi sebagai penyelenggar perekonoian atau penyelenggara semua kebutuhan hidup warga negara. Namun fungsi negara hokum polisi tidak dijalankan dengan benar, sehingga berefek pada masyarakat, kepentingan masyarakat dikesampingkan juga kesewenangwenangan penguasa untuk memakmurkan diri sendiri atau kelompok.

Menurut Aristoteles, negara hokum adalah negara yang berdiri diatas hokum yang menjamin keadilan kepada warga negaranya. Keadilan merupakan salah satu syarat tercapainya kebahagiaan hidup, namun sebagian daripada keadilan itu perlu diajarkan rasa susila kepada setiap manusia agar ia menjadi warga negara yang baik dan taat hokum. Aristoteles juga mengutarakan pendapatnya tentang peraturan, ia berpendapat bahwa peraturan yang mencerminkan keadilan bagi warga negaranya merealisasikan pikiran adillah yang memerintah negara, penguasa hanyalah pemegang hokum dan keseimbangan.

Ditinjau dari segi sejarah, pengertian negara hokum terpecah menjadi 2, yaitu :

  1. Negara hokum eropa kontinental, negara hokum ini dipelopori oleh Immanuel Kant –yang menurutnya, tujuan negara hokum eropa continental menjamin kedudukan hokum dari individu-individu dalam masyarakat. Negara hokum ini juga dikenal sebagai negara hokum liberal, atau negara hokum dalam arti sempit, atau nachtwakerstaat.

Kant mendefinisikan ketiga nama lain negara eropa continental tersebut karena ia dipengaruhi faham liberal yang menentang kekuasaan absolute raja pada waktu itu.

Ia juga berpendapat bahwa sejatinya negara hokum harus memenuhi 2 unsur pokok, yaitu :

  • Adanya perlindungan terhadap HAM
  • Adaya pemisahan kekuasaan

Dalam perkembanganya, model negara hokum ini belum memuaskan dan belum mencapai tujuan. Sehingga pembaruan akan unsur pokok ditambah yang menyebabkan faham liberal terganti posisinya kepada paham negara kemakmuran yang dipelopori oleh FJ Stahl. Menurut Stahl, negara hokum seharusnya memenuhi 4 unsur pokok, yaitu :

  • Adanya perlindungan terhadap HAM
  • Adanya pemisah kekuasaan
  • Pemerintah dibatasi oleh peraturan-peraturan
  • Adanya peradilan administrasi
  1. Negara Hukum Anglo Saxon (rule of law), menurut A.V.Dicey, negara harus mempunyai 3 unsur pokok, yaitu :
  • Supremacy Of Law, kedudukan hokum merupakan posisi tertinggi, kekuasaan harus tunduk pada hokum, tidak sebaliknya.
  • Equality Before The Law, Tidak ada perbedaan antara rakyat an penguasa, yang membedakan hanyalah fungsinya, yakni pemerintah berfungsi mengatur dan rakyat yang diatur. Baik yang mengatur maupun yang diatur pedomannya satu, yaitu undang-undang
  • Human Rights, meliputi 3 hal pokok, yaitu :

a. the rights to personal freedom ( kemerdekaan pribadi), yaitu hak untuk melakukan sesuatu yang dianggan baik badi dirinya, tanpa merugikan orang lain.

b. The rights to freedom of discussion ( kemerdekaan berdiskusi), yaitu hak untuk mengemukakan pendapat dan mengkritik, dengan ketentuanyang bersangkutan juga harus bersedia mendengarkan orang lain dan bersedia menerima kritikan orang lain.

c. The rights to public meeting ( kemerdekaan mengadakan rapat), kebebasan ini harus dibatasi jangan sampai menimbulkan kekacauan atau memprovokasi..

Paham Dicey ini merupakan lanjutan dari ajaran John Locke yang berpendapat bahwa :

  • manusia sejak lahir sedah mempunyai hak-hak azasi.
  • tidak seluruh hak-hak aasi diserahkan kepada Negara dalam kontrak social.

Persamaan antara kedua macam negara hokum yang ditilik dari segi sejarah ini adalah pengakuan atas “Supremasi Hukum”. Juga perbedaannya adalah pada Negara Anglo Saxon yang tidak mempunyai peradilan administrasi yang berdiri sendiri –sehingga siapa saja yang melakukan pelanggaran akan diadili pada peradilan yang sama. Sedangkan nagara hukum Eropa Kontinental terdapat peradilan administrasi yang berdiri sendiri.

 


[1] Diolah dari Negara Hukum, Demokrasi & Judicial Review Oleh Ni’matul Huda, 2005, UII Press Yogyakarta

About these ads

Filed under: Education, Ilmu Hukum, , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Online

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.451 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: