Kaedah social


Kaedah social

Latar belakang :

Manusia pasti memilliki tujuan dalam memenuhikewajiban,untuk itu di perlukan interaksia social dengan manusia yang lainnya,dalam berinteraksi manusia di batasi oleh ketentuan-ketentuan yang mengatur tingkah laku atau perbuatan manusia itu sendiri.jika ketentuan itu tidak ada,maka terjadilah ketidak seimbangan dalam bermasayarakat.

Pengertian kaidah :

  • Kaidah (b.arab) atau norma (b.latin);ukuran.
  • Patokan atau ketentuan-ketentuan serta pedoman-pedoman yang mengatur tingkah laku dan sikap tindak manusia.
  • Pedoman manusia dalam hidup bermasyarakat.
  • Soeroso : ketentuan tata tertip yang berlaku dalam masyarakat.

 

Macam-macam kaidah :

Menurut aspeknya ada 2 yaitu :

  • Aspek pribadi manusia,dan
  • Asepek antar pribadi manusia

Aspek pribadi manusia di bagi oleh 2 kaidah,yaitu :

  • Kaidah agama atau kepercayaan

–          Ditujukan kepada kehidupan manusia yang beriman,yaitu kewajiban manusia kpd tuhan dan kepada dirinya sendiri.

–          Sumber ajaran agama sebagai perintah tuhan

–          Ditujukan penyempurnaan manusia

–          Melarang manusia melakukan perbuatan jahat

–          Membebani manusia denga kewajiban-kewaiban

–          Sanksinya di kemudian hari

 

  • Kaidah kesusilaan :

Peraturan hidup yang benar dari hati nurani manusia.kaidah ini menentukan perbuatan mana yang baik dan yang buruk dan bersifat otonom,dan hatilah yang mengancam dan menjatuhkan hukuman.

Fungsi : melarang manusia berbuat jahat.

 

 

 

 

Aspek antar pribadi maunusia di bagi oleh 2 kaidah,yaitu :

  • Kaidah tata karma :

Didasarkan kepada kebiasaan,kepatutan yang berlaku di dalam masyarakat,ketentuan-ketentuan hidup yang timbul dari pergaulan dalam masyarakat di tujukan kepada sikap lahiriah atau tingkah laku demi ketertiban bermasyarakat.

Sanksinya berupa celaan dari masyarakat,dapat menimbulkan rasa malu rasa hina dan rasa kehilangan.

Tujuannya adalah : menciptakan perdamaian atau tata tertib agar manusia dapat hidup saling berdampingan.

Kaidah hokum :

  • Melindungi lebih lanjut kepentingan-keptingan manusia,yang telah mendapatkan perlindungan dari kaidah-kaidah sebelumnya.
  • Melindungi lebih lanjut seecara umum.
  • Melindungi apa yg belum di lindungi oleh ke-3 kaidah sebelumnya
  • Ditujukan kepada pelaku yang kongkrit
  • Ditujukan kuntuk ketertiban masyarakat.
  • Kaidah hokum: bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

Isi dan sifat kaidah hokum :

Di tinjau dari isinya di bag 3,yaitu :

  • Kaidah-kaidah hokum yang berisi suruhan
  • Kaidah-kaidah hokum yang bersi larangan
  • Kaidah-kaidah hokum yang berisi kebolehan

Di tinjau dari sifatnya ada 2 macam,yaitu :

  • Kaidah-kaidah hokum yang bersifat imperative
  • Kaidah-kaidah hokum yang bersifat fakultatif

3 thoughts on “Kaedah social”

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s