Bingkai Manis Itu


Bingkai Manis Itu

Aku masih ingat detik-detik manis itu.

Detik-detik terindah dalam hidupku.

Pertama ku bimbang akan hal ini.

Aku ragu untuk memulai semua.

Aku takut perbedaan ini membuat kita takkan pernah bersatu.

Aku lebih memilih untuk diam dan tertutup akan segala hal.

Hari itu,rabu pagi di kantin sekolah.

Seperti biasa aku sendiri seakan-akan aku bukan kalian.

Kau datang,mendekat dan menyapa ku.


Aku terdiam dan sepintas hati ku menciut.

Apa ini?

Aku tak pernah merasakan ini.

3 tahun berlalu dan aku mengerti.

Setelah melewati waktu bersama mu.

bingkai itu dengan sendirinya melekat indah dalam hati ku.

Apa ini adalah sahabat.

Apa ini adalah kasih sayang.

Apa ini adalah kesetian.

Apa ini adalah kau pengemban kebahagiaan.

Apa ini adalah kau sahabat.

Apa ini adalah bingkai manis itu.

Sahabat ku seluruhnya yang membaca coretan ini.

Aku rindu kalian.

Sungguh hati ku.

Hubungi aku untuk memulihkan luka rindu ini.

Hadirkan aku dalam ingatan mu.

Aku ada di samping mu teman,aku ada.

Rindu ku akan diri mu takkan pernah sirna untuk selamanya.

Untuk sahabat ku yang mengacuhkan coretan ini.

Maaf kan aku,aku tahu kau benci akan ini.

Tapi aku tak bisa menahan rasa ini.

Maafkan aku yang selalu memikirkan mu.

Maafkan aku yang selalu merindukan mu.

Maafkan aku yang membuatmu menjadi sahabat ku.

Aku bangga akan kalian.

Ya kalian,sahabat ku semua.

Terima kasih.

Ingat selalu bingkai manis itu.

Sahabat mu,

Iqbal Perdana

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s