Penjajah Modern


Ilustrasi SukaTulis
Ilustrasi SukaTulis

Dulu ketika masa perjuangan pendahulu kita mengatakan bahwa kita sedang dijajah karena mereka merebut hak kita, untuk kepentingan pribadi mereka. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa dalam keadaan damai dan merdeka pun kita masih terjajah. Penahkah kita sadari kalau hak kita masih saja tertahan, harta di renggut, potensi dirampas.

Penjajahan yang kita alami sekarang ini memang bukanlah penjajahan dalam bentuk fisik seperti pada masa lampau, penjajahan yang kita alami saat ini penjajahan secara “halus”, yang menyerang akal,pikiran,serta akhlak kita. Penjajahan ini berlangsung dengan cara yang modern, dan akibatnya pun lebih besar dari penjajah masa lampau. Karena akal kita telah terjajah dengan ide-ide liberalis, kapitalis, globalisasi yang tidak pada tempatnya.

Dalam hal ini,kita mengetahui bahwa mereka menjajah kita menggunakan teknologi yang memang digunakan untuk kepentingan umat manusia, tetapi dalam penggunaannya kita harus pandai, agar kita tidak rugi karena hanya sebagian kelompok yang mengambil keuntungan lebih besar.

Dari pernyataan saya di atas, hak kita masih tertahan, dalam hal ini penulis memberikan contoh nyata bahwa kita tidak mendapatkan hak kita untuk mengetahui kebenaran serta menyatakan hal yang benar. Pembaca pasti menyadari bahwa yang menentukan pola pikir dan pendapat masyarakat kita ditentukan oleh informasi yang didapatkan dari media-media baik elektronik maupun cetak. Banyak dari informasi yang disebarluaskan kepada masyarakat ditutup-tutupi, atau dialihkan perhatiannya dengan isu-isu yang lain. Hal ini menurut penulis adalah penjajahan yang menekan pengetahuan kita akan mengetahui hal sebenarnya terjadi.

Contoh bahwa harta kita masih dirampas saat ini adalah dengan menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. Pecandu yang notabene banyak dari anak muda Indonesia telah terjajah harta bendanya untuk mendapatkan barang haram yang hanya menguntungkan salah satu pihak, hal ini juga bisa juga disebut penjajahan. Serta dengan menggunakan barang tersebut anak muda kita kehilangan daya pikirnya sehingga generasi bangsa atau potensi bangsa ini telah direnggut dari kita, maka sama saja mereka telah merusak negeri kita. Bukankah ini suatu penjajahan yang hebat ?

Untuk itu marilah kita sama-sama menjaga diri supaya tidak ‘terjajah’ oleh penjajah modern ini, berusahalah memperbaiki diri, saling mengingatkan sesama, perbanyaklah silaturahmi yang akan menguatkan hati, mencukupi kebutuhan, menambah kemuliaan , serta menetramkan sesama kita. Dan dengan itu mudah-mudahan kita tidak terpedaya oleh penjajahan tersebut. Semoga menjadi pembelajaran baik bagi pembaca dan bagi penulis sendiri, amin.

Alfyandi adalah mahasiswa fakultas pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB)
Sangat tertarik dalam dunia tulis-menulis

Sahabat Sukatulis.wp.com

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s