“Patung” Bergerak Dalam Senyap


Ilustrasi|SukaTulis
Ilustrasi|SukaTulis

Dini hari,aku belum terlelap.Selaksa angkasa bisa saja telah terbuai.Tidak akan kupungkiri, mungkin layar cerah masih ingin terbuai.ini ceritaku dimasa yang lalu juga hari ini.Bangun dan terlelap,hitam dan putih,mawar dan kumbang,impian dan pengejaran,terbungkus rapi dan tak terbatas.Jika mereka punya impian,aku juga.

Sekitarku,dia,orang lain dan mereka masih ingin mengejar hidup.Apapun yang kau sebut,entah itu jati diri,suara,perhatian,gengsi,cinta,damai,keindahan atau pengakuan atas keterbatasan mereka.Aku tak bergerak.Pincang karena diam.Tuli karena tak ingin tau.Buta karena tak ingin terlihat.Tak punya otak karena tak punya hati.Kikir dalam bertindak.Patung!,itu aku.

Atau lebih pantas disebut ekor.Kemanapun biduk diarahkan,itu tempat ku.Ada yang tertawa.Ternyata aku lebih buruk dari sekedar patung dan ekor.Aku daun.Tak punya mata, telinga, juga hati.Hanya sehelai daun,kemana angin berhembus, kesana ku pergi,kemanapun tersapu, aku pasti disana.Aku pengikut.Aku tak punya suara.Aku adalah orang lain.Bergerak sesuai keinginan mereka.Duduk, tertawa, melambai, marah,juga tangis.

Terlalu sulit,Tak punya kepastian dalam bertindak,bertutur dan memutuskan.
Aku dan kau tak pernah memiliki kelemahan yang serupa.Aku dan kau digariskan memiliki keterbatasan yang sama.Tapi, aku dan kau juga ditakdirkan memiliki kelebihan dalam setiap keterbatasan.

Kau dan aku pernah merasakan hal yang sama.Kau dan aku pernah bertanya pada satu pertanyaan yang serupa.Apa, bagaimana, mengapa, siapa?lalu,apa jawabNya?pernah kah Ia memberi jawaban?Ia,menyuruhmu mencari, berlari, berlomba dengan waktu, bersaing, jatuh terseok, bangkit lagi, terus berlari, mengalahkan, menang dan bahagia.”Kau bahagia?”tanyaNya.”Belum”lantangmu!”Carilah lagi..”suruhNya…

Itu lah kau dan aku.Kita sama.Sampai di tempat yang pasti kita di nyatakan berbeda.
Kau pernah bertanya lagi?kenapa dia belum meyakini kelebihannya?kenapa mereka terus mengeluh akan kelemahannya?atau, kenapa aku tak seperti mereka?
Saat itu, keadilan tak berpihak.Kau tau?itu juga pertanyaanku padaNya.Belum kutemui jawaban yang kuinginkan.Aku kembali menjadi patung.Merenung tiada daya.Menangis sejadi-jadinya.Aku hanya berdialog pada diri.Meresapi tiada henti.Seolah aku ingin mengatakan..

”Aku benci kau menangisi kelemahan yang kau anggap, padahal sebuah kelebihan untukku!!jika aku boleh meminta aku akan minta dilahirkan dengan kelebihan yang kau punya dan kau ambil saja setumpuk kelamahanku.Kau hanya pecundang yang tak pernah mengerti apaun.Kau melibatkan diri dalam kehidupan,artinya kau siap dengan segala konsekuensi yang ada.Kau telah membuktikan keberhasilanmu pada mereka.Kau bangga,kau di elu kan tapi apa balasmu untukNya?kau hanya menganggapNya seperti obeng!,jika tak diperlukan lagi kau campakkan!!”aku kembali terisak.”Mengertilah..”lanjutku,”Ada banyak orang di luar sana yang ingin sepertimu, tapi mereka tak bisa menggapainya.Bahkan mereka tak cukup daya walau hanya bermimpi.Mereka masih mencari dan kau telah mendapatkannya.

Kau hanya perlu bersyukur dan meyakini kau bisa mendapat kan yang lebih dari yang kau miliki sekarang jika kau percaya pada dirimu dan Tuhan mu.Kau juga tak perlu melakukan hal yang Ia benci sebagai tanda syukurmu.Namun,jika kau terlalu congkak dan hanya menganggap semua hanya usahamu,jangan marah jika ia menarik kembali”Lihat,aku dan kau tersenyum sekarang.

Di kesendirian sebenarnya kau berdua dengan kesendirianmu.Tersenyumlah dengan teman kesendirianmu.Kau akan menemukan jiwa mu yang hilang.Jangan takut ia pergi.Ia akan selalu terjaga dalam batinmu jika kau selalu membawa namaNya, menyebutNya, memelukNya, mengecupNya, MembelaiNya.Ia akan selalu ada,bahkan ketika kau menganggapnya tak ada.

”Aku menciptamu dengan cinta,maka cintailah Aku dengan zikirmu agar Aku selalu hidup di hatimu,agar Aku dapat terus menemanimu dalam ramai juga sendirimu…Aku yakin,tak ada keraguan sedikitpun dalam menciptamu.Teruslah mencari, berlari, berlomba dengan waktu, bersaing, jatuh terseok, bangkit lagi, terus berlari, mengalahkan, menang dan bahagia.Ya,bahagia karena kita akan bersama di tempat terindah yang melampaui batas akalmu.Bertemu dengan semua yang kau cinta,yang kau rindu dan yang paling kau inginkan yang kau anggap lemahmu di dunia.Kemarilah hambaKu,Aku mengunggumu.Bagiku Allah(pasti)berkata seperti itu,tak terbersit keraguan sedikitpun.

Farzila Novia adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah,sangat tertarik dalam dunia tulis-menulis.
Sahabat SukaTulis.wp.com

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s