Kau Pemimpi Terbaik


Ilustrasi
Ilustrasi

Saya yakin anda lelah membaca tulisan yang mengangkat topic “Jangan Hanya Bermimpi, buktikanlah!” Namun apakah anda menyadari, bahwa anda tidak pernah melakukan tips-tips yang dituliskan oleh penulis, bahkan terpikir pun tidak –untuk menerapkannya dalam kehidupan, sungguh tragis.

Wah, teman saya membantah “Saya sudah menerapkan dalam keseharian, namun NOL yang kudapat.” .Ku awali dengan jawaban berupa pertanyaan, “Sejauh mana kau mengaplikasikan saran-saran baru tersebut?”. Ia menjawab, “Sampai aku lelah, sampai kutemui jalan buntu, karna hidupku tak kunjung berubah!”. Separuh napas ku menjawab “Kau LEMAH!, Hanya mengikuti saran yang telah diberikan saja kau tak bisa, sekarang kau mau berubah dengan sekejab?, Bangkaipun, memakan waktu yang lama agar ia terurai sempurna, tak sadar kau?”. Sedikit kasar penulis berbicara dihadapannya, ia terdiam, pergi seraya menangis.

 

Man Shabara Zhafira, ingatkah anda dengan sepenggal “mantra” yang populer didalam novel trilogi “Negeri 5 Menara” karya Ahmad Fuadi. Jangan pernah mendramatisir setiap rentetan kejadian didalam novel-novel tersebut, salah satu hal penting dalam mempraktekkan kisah yang ada didalam cerita. Realitaskan dalam imajinasi anda, bukankah teori lahir akibat adanya fakta atau hal yang telah terjadi?, jika anda berkata TIDAK, lalu teori lahir darimana?, pikiran manusia semata?, cerpen dong, pikirkan.

Kerjakan, kerjakan, dan kerjakan. Salah satu sampul buku yang pernah kubaca “Setapak kau mendekat, Berlari Ku Memeluk”, namun penulis tidak mengetahui apa isi buku itu, karna saat itu penulis tidak membeli buku tersebut, dengan alasan yang konyol, “Takut dipeluk oleh Buku”, aku tersenyum seraya menaruh buku itu kembali ditempatnya. Sahabatku, pernahkah anda mendengar kata-kata, jangan sampai dirimu terzalimi oleh dirimu sendiri?, sadarkah anda, sebenarnya anda berada diposisi pencetakan mimpi-mimpi, baik itu mimpi yang tidak anda inginkan, maupun mimpi yang anda idam-idamkan.

Dan semua itu, tergantung dari niatan, perbuatan, dan kesabaran si pemimpi. Kita ambil contoh yang sangat popular. Anda pasti mengenal sosok Ikal dalam novel “Sang Pemimpi” atau sosok Alif dalam novel “Negeri 5 Menara”. Sangat tragis, bahkan sangat jauh dari skenario kehidupan millennium, seperti saat ini. Jika kita menggunakan teknik komparasi, silahkan anda bandingkan lezatnya hidup saat ini, dengan lezatnya hidup saat-saat dahulu (seperti didalam novel).

Tidak memadainya sarana dan prasarana, terbatasnya jaringan internet (bahkan tidak ada), masih diselimuti paradigma-paradigma negatif akan Iptek, dsb. Penulis tidak bermaksud mendeskriminasi zaman –hanya sebagai pembanding –yang tujuannya membangkitkan semangat kaula muda zaman sekarang, “Masa muda, masa yang berapiapi”, sepenggal lagu Rhoma irama. Keseluruhan perangkat penunjang pencetak mimpi, mengapa tidak dimaksimalkan?

Maksimalkan setiap pekerjaan, sekecil apapun pekerjaan itu, pekikan yang inspiratif oleh dosen fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(FH Unsyiah) Saifuddin Bantasyam, saat penulis mengikuti mata kuliah Humas, pekan lalu. Sepelekan pekerjaan-pekerjaan kecil yang terkait dalam pencetakan mimpi anda, maka anda harus siap menerima sangsi atas penyepelean itu. Sayangilah diri anda, “tolong dirimu sendiri, agar maksimal kau menolong orang lain”, ingatkah anda dengan sepenggal kata RA Kartini tersebut?

2 thoughts on “Kau Pemimpi Terbaik”

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s