Akankah?


Ilustrasi
Ilustrasi

Dalam gelap, air mata tercucur deras.

Mengisi relung hati nan rapuh.

Sunyi sepi kini menjadi nadi dan darah ku.

Melewati waktu, tempat yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya.

Aku tak tahu ada dimana, pukul berapa, tak sedentingpun, suaru menjamu.

Hanya aku dan gelap itu

Takutkah engkau?

Pernahkah terpekik dalam batin sucimu akan ini?

Kini nasi telah menjadi bubur.

Putih telah menjadi nila.

Sampah, sampah hidup selama puluhan tahun

Menilisik bangkai yang tak lebih baik dari penderitaan

Sadar kau sekarang?

Bingung kau sekarang?

Biar kau bingung –seperti aku bingung kala itu

Biar kau sadar –seperti aku sadar kala itu

Berbuih rongga mulutku berkutbah

Bernanah telapak kakiku menuju mimbar

Terengah-engah aku berlari, mengingatkan dirimu

Namun dusta, dusta raut mukamu saat itu kepadaku

Dusta kau benar, melimpahkan apa-apa yang menurtmu itu benar?

Masih berani kau menganggap dirimu manusia?

Iqbal Perdana, 3 Oktober 2011

Banda Aceh

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s