Hukum Sebagai Kaedah Sosial | Humas


Hak dan Kewajiban

Ciri-ciri yang melekat pada hak menurut hukum yang dikemukakan oleh Fitzgerald antara lain :

    1. Hak itu dilekatkan kepada seseorang yang disebut sebagai pemilik atau subjek hak itu, ia juga disebut sebagai orang yang memiliki hak atas barang yang menjadi sasaran dari hak.
    2. Hak itu tertuju kepada orang lain, yaitu yang menjadi pemegang kewajiban antara hak dan kewajiban terdapat hubungan korelatif.

  1. Hak yang ada pada seseorang ini mewajibkan pihak lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu perbuatan.
  2. Perbuatan yang diberikan itu disebut dengan ibjek dari hak.
  3. Setiap hak menurut hukum itu mempunyai title, yaitu suatu peristiwa tertentu yang menjadi alas an melekatkannya hak itu pada pemiliknya.

Pengertian HAK pada akhirnya juga dipakai dalam arti kekebalan terhadap kekuasaan orang lain.

Curzon mengelompokkan hak- hak sebagai berikut :

  1. Hak-hak yang sempurna dan tidak sempurna, hak yang sempurna adalah yang dapat dilaksanakan atau didukung oleh hukum. Sedangkan hak tidak sempurna adalah hak yang diakui oleh hukum, namun tidak selalu dilaksanakan oleh pengadilan, seperti hak yang dibatasi oleh lembaga daluarsa.
  2. Hak-hak utama dan tambahan, Hak utama adalah yang diperluas oleh hak-hak orang lain. Sedangkan hak tambahan adalah hak yang melengkapai hak-hak utama.
  3. Hak-hak public dan perdata, hak public yang ada pada masyarakat umumnya yaitu negara. Hak perdata adalah yang ada pada perorangan seperti hak individu untuk menikmati barang yang dimilikinya.
  4. Hak – hak positif dan negatif. Hak positif menuntut dilakukannya perbuatan-perbuatan yang positif dari pihak tempat kewajiban korelatifnya berada sperti hak untuk menerima keuntungan pribadi.
  5. Hak – hak milik dan pribdi. Hak milik berhubungan dengan barang-barang yang dimiliki oleh seseorang yang biasanya bisa dialihkan. Namun hak pribadi berhubungan dengan kedudukan seseorang yang tidak pernah bisa dialihkan.

Tujuan Hukum

Terjadi perbedaan pendapat dalam mengutarakan tujuan hukum, namun keseluruhannya menunjukkan hukum tersebut sebagai gejala masyarakat, pendapat tersebut antara lain :

  1. Dr. Wirjono Prodjodikoro, SH dalam bukunya “Perbuatan Melanggar Hukum” mengemukakan bahwa tujuan hukum adalah mengadakan keselamatan, kebahagiaan, dan tata tertip masyarakat.
  2. Prof. Subekti, SH dalam bukunya “Dasar-dasar Hukum dan Pengadilan”, mengemukakan bahwa hukum itu mengabdi pada tujuan negara yang intinya ialah mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan masyarakat.

 

 

Fungsi Hukum

Dari berbagai pendapat mengenai tujuan hukum diatas, dapat pula dilihat fungsi hukum tersebut didalam masyarakat :

  1. Sebagai alat pengatur tata tertip hubungan masyarakat
  2. Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin
  3. Sebagai alat menggerakan pembangunan
  4. Fungsi kritis
  5. Fungsi hukum sebagai sarana untuk menyelesaikan pertikaian

Terbentuknya Hukum :

Terbentuknya hukum terdapat beberapa pandangan yang umum dikenal ada tiga, yaitu :

  1. Pandangan legisme
  2. Pandangan Freire Rechtslehre
  3. Pandangan rechtvinding

2 thoughts on “Hukum Sebagai Kaedah Sosial | Humas”

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s