Kebiasaan, Hukum, dan Kesusilaan | Humas


Klasifikasi Bentuk Kemasyarakatan

Klasifikasi horizontal dari bentuk-bentuk kemasyarakatan berkembang pada dua tingkatan kedalam yang berlainan;

  1. Kemasyarakatan yang spontan. Dijelmakan dalam keadaan-keadaan langsung (Spontaneous State) dari akal budi kolektif, baik berupa praktek-praktek yang dibimbing oleh pola yang luwes maupun perbuatan-perbuatan kolektif yang melahirkan hal-hal yang baru serta bersifat kreatif.
  2. Pembedaan bentuk kemasyarakatan adalah intensitas dari kemasyarakatan spontan oleh peleburan yang hanya sebagian.

Apabila kesadaran-kesadaran yang terbuka hanya pada permukaannya, tetapi tetap tertutup pada segi-seginya yang lebih dalam dan lebih bersifat pribadi.

Sedangkan kemasyarakat unfungsional selalu mengabdi kepada kepentingan khusus dan kemasyarakatan superfungsional.

Kaedah Hukum dan Kaedah Lainnya

Hubungan antara hukum dan kaedah sosial lainnya adalah :

  1. Hubungan yang bersifat positif, hubungan yang saling memperkuat atau melengkapi.
  2. Hubungan yang bersifat negatif, hubungan yang saling bertentangan atau melemahkan

Hubungan antara kaedah hukum dan kaedah lainnya timbul di dalam masyarakat heterogen. Masyarakat heterogen harus mematuhi dan menjunjung tinggi terhadap suatu kaidah yang berada didalam suatu kelompok atau wilayah, oleh sebab itu terjadi hubungan yang positif dan negatif.

Persamaan dan perbedaan dari kedua hubungan tersebut adalah :

  1. Sama-sama melindungi kepentingan individu maupun kepentingan umum

Perbedaannya :

  1. Ditinjau dari segi kaedah hukum bertujuan untuk menciptakan tata tertib dalam masyarakatdan melindungi manusia beserta kepentingannya.
  2. Ditinjau dari segi kaedah agama dan kaedah kesusilaan bertujuan untuk memperbaiki pribadi manusia agar menjadi manusia ideal.

Dalam kehidupan masyarakat terutama yang heterogen dan kepentingan yang serba komplek, ada beberapa norma yang berkembang :

  1. Norma agama, norma yang datang dari tuhan.
  2. Norma kesusilaan, peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati sanubari manusia.
  3. Norma kesopanan, norma yang timbul dari pergaulan sesama.
  4. Norma hukum, norma yang dibuat oleh negara, sehingga dapat diberlakukan dimana saja dan kepada siapa saja.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s