Jual Beli Keperdataan & Jual Beli Perusahaan | HD


Jual beli dalam garis besar Hukum dagang dapat dibagi dua, yaitu :

  • Jual beli keperdataan
  • Jual beli perusahaan

Jual beli keperdataan adalah jual beli yang dapat dilakukan oleh siapa saja, dengan tujuan memnuhi kebutuhan primer atau pokok si pembeli.

Jual beli perusahaan adalah jual beli yang dilakukan oleh para pengusaha atau pedangang, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan (mendapat keuntungan).

Perbedaan antara keduanya dapat dilihat di dalam table berikut :

Jual beli keperdataan

Jual beli perusahaan

Aturan yang berlaku

  • KUHPdt (Buku III)
  • KUHPdt
  • KUHD
  • Perjanjian lain yang disepakati oleh terkait
  • Peraturan internasional terkait jual beli perusahaan
  • Perjanjian antar pulau

Pihak yang terkait (Berhak/ legalstanding)

  • Bebas atau umum
  • Pengusaha
  • Minimal salah satu pihak haruslah pengusaha atau pedagang

Jumlah barang yang dibeli

  • Relatif sedikit, sesuai dengan kebutuhan
  • Relatif banyak, sesuai dengan modal

Kebutuhan transportasi angkutan

  • Tidak begitu penting, karena pemindahan barang cukup 1x (satu kali)
  • Sangat diperlukan baik itu transportasi darat, laut, maupun udara. Karena barang akan diangkut  berulang kali.

Setelah memahami apa itu jual beli keperdataan dan jual beli perusahaan, berikut syarat-syarat terkait hal tersebut. Pada prinsipnya tidak ada syarat-syarat khusus untuk pergantian Hak milik atau penyerahan barang dari penjual kepada pembeli didalam jual beli keperdataan, namun didalam jual beli perusahaan, hal itu sangat dibutuhkan, mengingat kepentingan para pihak yang terkait, diantaranya :

  • Loko

Apabila syarat loko disepakati dalam perjanjian jual beli, maka :

  • Pergantian Hak Milik atau penyerahan barang dilakukan didalam gudang penjual.
  • Semua resiko setelah pengambilan barang (keluar dari gudang penjual), adalah tanggung jawab pembeli.
  • FAS (Free Alongside Ship)

Apabila syarat FAS disepakati dalam jual beli, maka :

  • Pergantian Hak Milik atau penyerahan barang dilakukan di dermaga kapal berlabuh (Pelabuhan).
  • Resiko dan biaya angkutan barang dari gudang penjual ditanggung penjual
  • Biaya bongkarmuat barang kapal dan resiko sejak barang berada di dermaga adalah tanggung jawab si pembeli
  • FOB (Free On Board)

Apabila syarat FOB disepakati dalam perjanjian jual beli, maka :

  • Pergantian Hak Milik atau penyerahan barang dilakukan di atas kapal.
  • Segala resiko dan biaya selama barang ditransportasikan adalah tanggung jawab penjual.
  • CF (Cost and Freight)

Apabila syarat CF disepakati dalam perjanjian jual beli, maka :

  • Peragantian Hak Milik atau penyerahan barang ada dua pilihan, yaitu :

ü  Syarat umum, tempat pergantian Hak Milik di atas kapal (Sebelum berangkat dari pelabuhan si penjual)

ü  Syarat Khusus, tempat pergantian Hak Milik saat berada di pelabuhan si pembeli (Barang masih berada di dalam kapal)

  • Biaya selama barang diangkut dari gudang penjual sampai pelabuhan si pembeli adalah tanggung jawab penjual.
  • CIF (Cost Insurance Freight)

Secara keseluruhan sama dengan syarat CF, hanya saja, syarat CIF, penjual harus memberikan police assurance.

  • Franko

Apabila dicermati, Franko adalah kebalikan dari Loko.

Apabila syarat ini disepakati dalam jual beli, maka :

  • Pergantian Hak Milik atau penyerahan barang dilakukan di gudang pembeli.
  • Segala resiko atau biaya pemindahan barang dari gudang penjual ke gudang pembeli ditanggung oleh penjual.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s