App Keren Si Bunga Tulip


HogeNood

Kebelet pipis? Ah biasa, namun apa jadinya jika anda berkunjung ke suatu tempat tanpa mengetahui lokasi WC umum, ngacir kemana ayo? . Syukur-syukur kalau disekitar anda ada tempat ibadah (emang fungsi tempat ibadah untuk buang hajat?), nah, jika anda tidak tahu?, apakah yang terjadi? , konon lagi anda berada diluar negeri, harus kemana. Masak ia buang air kecil ke DingJa (Dinding Janda), atau Pipon (Pinggir Pohon), lah, apa ente-ente kagak malu ama tulisan “Selain anjing, dilarang kencing” [Mukul muka] atau “Awas disini tempat kencing setan, hati-hati bisa keserupan.

Nah, oleh karna itu, ane ada info gan, yang agaknya sudi agan dan sista baca bahkan kalau mujur agan-agan dan sista-sista terinspirasi olehnya.

Cekidot Gan.

Beranjak dari kasus yang ane buka di atas, ada 3 pemuda Belanda yang kreatif gan, tujuannya ya itu, untuk mengakali saat air seni ingin pergi.

Lalu pertanyaannya adalah mereka memberi nama apa untuk kreatifitas yang mereka buat? kreatifitasnya dalam bentuk apa gan?, Fungsinya apa?, Siapa yang dapat menggunakannya?, dan Sehebat apa hal yang mereka kerjakan?

Siapa penemunya gan?

Brian Vink, Bastiaan Meindersma, Hjalmar Duif en Daan Geurts

Hogenood Creator

Apa namanya?

Mereka menyebutnya “HogeNood” gan, itu Bahasa Belanda, kalau Bahasa Inggrisnya “desperate need”, kalau Bahasa Indonesianya kira-kira “kebelet pipis”.

Bentuknya apa gan?

HogeNood adalah aplikasi gan, untuk saat ini, HogeNood dapat diakses hanya pada sebagian piranti  Apple dan setiap ponsel yang dilengkapi Sistem Operasi Android (Samsung, HTC, LG, dan Sony Ericsson). Dan dalam bahasa yang masih sangat terbatas (Tidak ada bahasa Indonesia).

 

Sumber: Daily Mail
Sumber: Daily Mail

Fungsinya apa gan?

Aplikasi ini memungkinkan agan untuk menemukan toilet terdekat. Toilet itu sendiri dibedakan menjadi 2 gan, pertama toilet publik, kedua toiled semi public (Apa pula itu?). Toilet public adalah toilet umum gan, so siapa saja boleh menggunkannya. Sedangkan semi-publik, fasilitas toilet di gedung yang digunakan untuk pekerja disitu. Namun sayangnya, di Belanda, untuk menemukan toilet umum yang bersih dan nyaman sangat sulit, kalau tidak percaya, agan simak ni turis asing yang berkunjung ke Belanda.

for tourists! Americans—me included—tend to be amazed at how hard it is to find an accessible (and decent) toilet in the Netherlands, especially in central Amsterdam. And if you don’t have €0.50, well, you’re out of luck. I bet you could make a fair amount of money charging people $0.99 for an English version, or selling advertising on a free version” –Sandcat.nl

Nah, yang hebatnya lagi. Aplikasi ini dapat membedakan mana toilet public dan mana yang semi-publik. Dan yang buat ane kagum, aplikasi ini juga ‘mengetahui’ mana yang tutup (Rusak) dan yang masih OK, juga mana toilet pria atau wanita, juga toilet untuk orang cacat dan bayi.

Dan agan juga dapat memberi rate untuk toilet yang anda gunakan, so pengguna lainnya bisa liat mana toilet yang OK dan yang lebih OK [Ngakak]

Pengguna aplikasi ini siapa gan?

Tentu siapa saja gan, namun untuk hal ini, HogeNood direkomendasikan kepada mereka yang berada diluar kota, negara lain, tengah bersepeda, yang banyak minum, dan lain sebagainya.

Sehebat apa aplikasi ini gan?

Wah, sangat hebat gan. Aplikasi ini memenangkan kompetisi “Apps voor Nederland” yang diadakan setiap tahunnya oleh Pemerintah Belanda.

Dengan HogeNood, pengakses aplikasi tersebut bisa mencari tahu toilet atau kamar mandi terdekat dari tempatnya berada. Toilet pun dibedakan menjadi dua jenis, yaitu toilet publik dan toilet semi-publik, misalnya toilet yang ada di sebuah toko atau gedung perkantoran.

Tidak heran bila aplikasi ini kemudian sangat diminati oleh banyak orang di Belanda, terutama bagi mereka yang hobi minum, para wanita, dan orang tua yang bepergian bersama anak kecil.

Berkat kegunaannya dan kreativitas para penciptanya, HogeNood menjadi juara dengan vote terbanyak dari masyarakat (Publieksprijs) [6]. Aplikasi ini pun berhasil menarik perhatian banyak media massa, baik dari dalam maupun luar Belanda karena dinilai sangat kreatif dalam memanfaatkan data-data yang disediakan oleh Pemerintah Belanda sebagai penyelenggara kontes “Apps voor Nederland 2012”.

Saat pertama kali diluncurkan, HogeNood muncul dalam versi Beta dan hanya dapat diakses oleh pengguna iPhone dan iPad yang berdomisili di Belanda. Namun, mengingat banyaknya turis yang datang ke negeri tulip itu setiap tahunnya, banyak yang berharap agar aplikasi pintar itu bisa dijumpai di Android Market sehingga bisa diakses oleh lebih banyak orang.

Saya berharap agar HogeNood bukan hanya muncul di ponsel Android saja, tapi juga bisa tampil dalam Bahasa Indonesia suatu hari nanti. Sebab, masalah klasik seperti pipis di sembarang tempat masih saja terjadi di Jakarta. Risih rasanya bila harus berjalan pulang melewati jalan umum yang berbau pesing menyengat.

Mungkin dengan adanya HogeNood yang bisa digunakan, setidaknya di Jakarta, banyak orang yang bisa bernafas lega tanpa harus repot-repot memasang peringatan bernada menyindir yang sering kita jumpai seperti, “Selain Anjing, Dilarang Kencing”. Semoga saja para mahasiswa penggiat aplikasi smartphone dan Pemda DKI Jakarta bisa bekerja sama untuk membuat aplikasi semacam HogeNood versi Indonesia []

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s