Isaacson dan Nizamnya


Walter Isaacson
Walter Isaacson

“Ketika Amerika mencari cara untuk mempertahankan inovasi, Jobs muncul sebagai icon utama. Dengan gaya imajiner yang mampu ia wujudkan, Jobs tahu cara terbaik menciptakan sesuatu yang berharga pada abad kedua puluh satu. Dengan mematri kreatifitas dan teknologi, ia membangun sebuah perusahaan hasil kombinasi antara imajinasi yang tidak biasa dan teknik yang luar biasa.” —Walter Isaacson.

Pernah menjabat sebagai CEO Cable News Network (CNN) pada tahun 2001, Walter Isaacson saat ini mengepalai organisasi nirlaba internasional yang didedikasikan sebagai lembaga riset  untuk membina kepemimpinan, pengapresiasian ide, serta pembuka dialog mengenai isu-isu kontemporer melalui seminar reguler, program kebijakan, konferensi, dan pengembangan kepemimpinan. Lembaga Aspen, sejak 2003.

Isaacson cenderung menulis riwayat hidup seseorang, seseorang yang ia anggap menjadi promotor perubahan dunia. Semisal karya pertamanya, “The Wise Men: Six Friends and the World They Made” (1992), buku setebal 816 halaman itu merangkum riwayat hidup Dean Gooderham Acheson, sekretaris negara Amerika Serikat yang ke-51.

Lahir di New Orleans, Louisiana, (20/5/1952). Sampai saat ini Isaacson telah membingkai enam catatan hidup manusia paling dikenal di dunia, baik yang dikenal lewat dedikasinya dalam bidang ilmu pengetahuan, esensi penciptaan, dan perjuangan meniti kehidupan,  seperti salah satu bukunya “Benjamin Franklin: An American Life” (2003), Isaacson paham betul dengan hal yang ia tulis, bahkan sebelum ia memutuskan untuk menulisnya.

Ciri khas Isaacson dalam menulis biografi adalah hasrat. Tidak mudah merajut cerita seseorang yang sudah lama meninggal, seperti tokoh sentral dalam teori relatifitas yang ia ditulis sebanyak 704 halaman dengan judul “Einstein: His Life and Universe” (2007). Kebehasilannya menuai komentar dari beberapa kalangan, ada yang terpesona dengan susunan kronologi cerita ala Isaacson, ada pula yang memuja semangat Isaacson dalam mengumpulkan dan meracik hasil riset selama berbulan-bulan. Bahkan ada yang meminta –Isaacson- agar mau menulis biografi tentang dirinya, ia adalah Steve Jobs, CEO Apple dan CEO Pixar Animation Studios yang konon menjadi karya terbaru Walter Isaacson saat ini.

Tokoh bisnis dan penemu asal Amerika, Steven Paul “Steve” Jobs dibongkar kisah hidupnya dan disusun kembali dalam buku bersampul putih setebal 742 halaman oleh Walter Isaacson. Seyogianya, Isaacson tidak tertarik menulis biografi Steve Jobs, ketika Jobs meminta agar kisah hidupnya dibukukan, Isaacson sedang sibuk mendulang artikel-artikel Einstein di Universitas Ibrani Yerusalem dan di Einstein Papers Project, Institut Teknologi California. Saat itu, Isaacson sedang menyempurnakan buku keempatnya “Einstein: His Life and Universe”.

Selain sedang sibuk dengan proyek biografi Einstein, Isaacson menilai Steve Jobs belum layak untuk dibukukan. “Apakah kamu menganggap –dirimu (Steve Jobs -red)- sebagai pengganti alamiah dari Einstein dan Franklin?” tanya Isaacson kepada Jobs dalam prumble bukunya, “Steve Jobs”.

Saat itu, Jobs sedang berada ditengah karir. “Kehidupan dan pemusatan kreatifitasnya masih naik-turun,” kata Isaacson. Namun berkat kegigihan Jobs, Isaacson memutuskan untuk menulis biografi Jobs. Dengan pertimbangan, “Jika ingin menulis biografi Jobs, tulis lah sekarang, tidak sedikit kisah hidup Jobs yang dketahui banyak orang,” kata Laurene kepada Isaacson, Laurene adalah istri Jobs.

Pertimbangan lain yang menggelitik hati Isaacson menulis biografi Steve Jobs adalah kepribadian Steve Jobs yang dinilai sangat menjaga privasinya, agak tabu kiranya untuk orang yang menjaga privasi meminta orang lain menulis cerita hidupnya secara terperinci tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Akhirnya, pada akhir tahun 2009 (Setelah peluncuran “Einstein: His Life and Universe”), Isaacson menggarap biografi baru. Biografi ini berisi suka duka perjalanan hidup Jobs, kepribadian penuh semangat dari seorang pengusaha kreatif yang memiliki hasrat kesempurnaan dan kegigihan juga kepiawaian mempengaruhi seseorang ke jalan yang lebih baik.

Isaacson mewawancarai Jobs sedikitnya 40 kali, sebagian merupakan wawancara resmi yang dilakukan di ruang tamu rumah Jobs di Palo Alto. Isaacson menjadi semakin bersemangat menulis buku ini setelah ia menyadari bahwa Jobs terkadang memutarbalikkan fakta saat ditanyai hal-hal yang sifatnya terlalu privasi. Isaacson menyebutnya “distorsi realitas lapangan”.

Oleh karnanya, Isaacson harus meluruskan setiap kisah yang diceritakan Jobs kepada seratusan teman, kerabat, pesaing, musuh, dan kolega Jobs. Isaacson mengonfirmasi kepada setiap orang yang terkait dengan kisah yang diceritakan Jobs, agar berimbang dan tidak lari dari esensi fakta.

Isaacson membelah kisah hidup Jobs dalam 41 bab. Coretan Isaacson dalam bab pertama adalah masa kecil Jobs, ia bungkus dengan judul “Masa Kecil: ditelantarkan dan terpilih”. Isaacson mengisahkan Jobs dengan apik dan bernas. Bahan yang ia kumpulkan: hasil wawancara deangan ayah angkat Jobs dan saudara kandung Jobs saling mengutara.

Secara keseluruhan, Isaacson membentuk kerangka tulisan buku ini dengan pola alamiah, yaitu memadukan kronologis, spasial, dan esensial topik yang sedang dikembangkan. Lunak dalam penggunaan kata-kata, sehingga para pembaca tidak harus membuka kamus mencari definisi dari arti kata yang tertulis.

Keunggulan dari biografi Steve Jobs karangan Isaacson adalah validitas data yang sempurna, disamping itu, Isaacson memperkenalkan para “aktor” dalam bukunya pada bagian khusus, yaitu para tokoh.

Semenara itu, Isaacson juga memberi ruang khusus untuk pendefinisian sebuah istilah dalam daftar istilah. Isaacson juga menyemat puluhan foto yang tidak hanya Jobs, melainkan foto-foto pendukung tulisan sebagai hasil riset.

Narasumber yang ia wawancarai sepanjang 2009-2011 juga ia tulis lengkap dalam lembar “Narasumber”.

Buku ini direkomendasikan bagi mereka yang gemar berbisnis, alasannya kuat, Isaacson turut membagi pengalaman Jobs ketika membangun kembali Pixar dari keterpurukan, atau siasat Jobs menciptakan suasana kerja optimisme pantang menyerah yang konon ia namai pekerja perompak.[]

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s