Pesona Tirai Air di Lembah Brayeun


Waduk Brayeun
Waduk Brayeun

Gadis cilik berambut gelap itu melompat-lompat di dalam air setinggi pinggang orang dewasa, giginya gemeretak sebab kedinginan. Disekelilingnya, puluhan pengunjung sedang asyik memercik-mercik air, ada yang duduk sambil melipat tangan di dada, ada yang menyelam untuk merasakan sensasi beku di sungai selebar lapangan tenis itu.

Jalan menuju waduk
Jalan menuju waduk

Ialah wisata waduk brayeun, lokasinya berdekatan dengan air terjun lhoong, sekabupaten, Aceh Besar. Wisata waduk ini terkenal dengan airnya yang sedingin es batu, selain itu, ada lima anak tangga yang dilewati arus Sungai Geupu itu.

Jarak wisata waduk dengan Kota Banda Aceh ±35 Km, selama perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan laut dan bukit sekaligus. Debur ombak di sisi kanan jalan tampak syahdu menjilati bibir pantai Lhok Nga, sedang di sisi kiri berdiri bukit-bukit berhutan lebat, menghijau dengan arak awan di pucuknya.

Alun waduk
Alun waduk

29122013(009)

Kala kunjungan saya, awan gelap menjanjikan turun hujan. Kantung-kantung air di langit itu baru pecah setibanya kami di lokasi wisata. Syukur, di lokasi wisata ada penduduk lokal yang menjual gorengan dan minuman hangat. Saya spontan memesan secangkir kopi hitam dan beberapa potong gorengan. Selama beberapa saat, garis hujan tampak rapat, hawa sejuk pegunungan semakin menjadi.

Kabut tipis menutupi lebat hutan, menikmati gorengan dan secangkir kopi legam cukup menghangatkan tubuh. Ada belasan kedai yang menyajikan penganan hangat, diantaranya menyediakan ban-ban dan perahu karet. Ada pula yang menyediakan bebek dayung, bagi mereka yang berpasangan, menikmati pesona waduk Brayeun berdua dari atasnya juga tak kalah menarik.

29122013(020)Muda-mudi adalah pengunjung paling dominan di Waduk Brayeun, biasanya berkelompok. Riza misalnya, seorang mahasiswa yang mengunjungi Waduk Brayeun bersama tujuh teman lainnya. “Rencana mau bakar ikan, bang.” Jelas Riza soal kegiatannya di Brayeun.

Layaknya waduk pada umumnya, dinding pengatur arus dibangun agar memudahkan petani mengatur tingkat air ladangnya. Di Brayeun, dinding itu dibangun serupa tangga, luasnya persis seluas aliran sungai, curahan air yang melewati tangga-tangga itu menjelma menjadi tirai air, elok bak kaca.

Banyak wisatawan berpose tepat pada tangga itu, duduk diam seperti orang bersemedi juga sering dilakoni pengunjung, kakinya dilipat, sedang badannya dibiarkan tertabrak arus sungai.29122013(023)29122013(023)

Wisata waduk Brayeun pertama kali dibuka tahun 2009, “Ketika itu pengunjungnya masih sedikit,” kata Nasar, penyedia ban dan perahu karet.  Untuk menyewa ban, peminat cukup merogoh kocek 10.000 Rupiah, untuk bebek dayung, 25.000 Rupiah, dan untuk perahu karet 30.000 Rupiah.[]

29122013(025) 29122013(013) 29122013(015)

11 thoughts on “Pesona Tirai Air di Lembah Brayeun”

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s