Hindari 4 hal Ini Pada Blog


+recommended_blog_4_0
Ilustrasi (SF: drupal.in)

Banyak hal yang dapat kita sajikan pada blog, mulai dari tulisan, foto, maupun video. Ada blogger yang hanya menyajikan tulisan semata, atau foto semata. Pun pula ada yang mengombinasikannya menjadi sebuah postingan yang berisi tulisan, foto, video. Menarik.

Informasi yang disajikan pun beragam, ada yang condong mengupas seluk-beluk memasak, ada yang memantapkan postingan dengan konten perjalanan, dan lain sebagainya. Tidak ada paksaan untuk memilih giatnya dalam menulis, hanya saja ada beberapa pantangan yang coba saya rangkum. Untuk bahan diskusi kita kali ini.

 

Duplikasi

Yap, duplikasi atau menyalin, secara utuh maupun sebagian merupakan pantangan terbesar bagi dunia kreatifitas. Sebab, kreatif menuntut agar kita mampu menciptakan hal yang baru, atau paling tidak memodifikasi hal yang biasa menjadi luar biasa. Tapi tunggu dulu, duplikasi tidak selamanya diharamkan.

Pada bagian tertentu, duplikasi dapat diterima sepanjang mengimbuhkan sumber atau pencipta hal yang diduplikasi. Biasanya, hal ini dilakukan untuk menguatkan pandangan si penulis. Seperti menyandur beberapa paragraf dari blog tetangga untuk di-pos-kan pada blog pribadi. Tidak ada yang salah, hanya saja perhatikan pengimbuhan sumbernya.

Meski demikian ada baiknya untuk tidak menjiplak. Sebab hal tersebut dapat mengurangi kredibelitas blog dan si empunya. Mulailah meramu hal baru, menciptakan sesuatu yang baru, yang meninggalkan bekas bagi penikmatnya.

Menulis tentang cinta, misalnya, tulislah dengan gaya sendiri. Lihatlah karya orang lain sebagai contoh, bukan lahan caplok. Setelah anda menciptakan isi konten yang berbeda dengan orang lain, karya anda yang akan datang akan ditunggu-tunggu, sehingga tidak menutup kemungkinan banyaknya subscriber anda yang baru.

Featured2
Ilustrasi (SF: wix.com)

 

Kabar Jingga

Kabar jingga atau berita hoax pun menjadi barang yang haram untuk disajikan. Saya rasa semua orang setuju dengan hal ini. Efek buruknya tidak hanya berdampak pada pembaca, tetapi juga penulis.

Menurut Dr. Ari F. Syam, Sp.PD-kGEH, MMB, FINASIM, FACP., spesialis penyakit dalam FK-UI dan RSCM mengatakan, tekanan jiwa (setelah melakukan kebohongan) akan menyebabkan gangguan jiwa (neurosis), baik depresi, ansietis, maupun gangguan fisik akibat kejiwaan berupa penyakit psikomatik. Psikomatik adalah penyakit fisik yang didasari oleh penyakit psikis. (kutipan: aktual.co)

Selain itu, jika kita melirik sebuah buku yang ditulis oleh Yuga Pramita yang berjudul “Ayat-ayat Sehat”, Pada saat berbohong, seseorang sejatinya sedang melawan apa-apa yang sebenarnya harus disampaikan. Jangan heran jika dalam kondisi demikian, terjadi konflik batin yang tak mustahil membuat jiwa seseorang tertekan.

Nah, tentu untuk menghindari malapetaka itu, menyebarkan berita palsu sejatinya adalah racun yang membunuh diri sendiri. Hingga sedapat mungkin untuk dihindari.

Banyak orang melakukan hal ini untuk sekedar mencari sensasi. Ada yang diantaranya menikmati orang yang termakan kabar bulusnya. Sah-sah saja mencari sensasi yang cetar membahana itu. Namun gunakan lah jalan-jalan yang tepat.

Seperti membuat gebrakan atau mengupas hal tabu menjadi layak untuk diperbincangkan.

Agar terhindar dari berita bodong, penulis atau penyaji konten blog ada baiknya untuk melakukan cek dan re-cek untuk sebuah informasi. Sebab jika kembali ke dunia jurnalisme. Esensi dari kegiatan jurnalistik adalah cek dan re-cek. Kebenaran informasi adalah harga mati.

Tingkat akurasi sebuah informasi dapat diukur dengan ketepatan sumber informasi. Isu gempa, misalnya, informasi yang digali langsung dari korban gempa tentu lebih akurat ketimbang informasi pengamat yang berada jauh dari lokasi kejadian. Meski ia ahli ilmu ke-bumi-an, korban lebih jauh mengetahui keadaan langsung lokasi kejadian, detail.

 

Sama alat, sama untuk

Blog layaknya seorang (wanita) berdandan. Agar tampil menarik, memilih pakaian yang cocok dengan sikon menjadi siasat. Tak terkecuali memilih aksesoris, agar tidak terlihat @l4y, aksesoris yang dikenakan juga tidak berlebihan.

Sama halnya dengan blog, agar tampil elegan sesuai tema yang diinginkan. Memilih aksesoris, seperti kalender, tulisan terakhir, tulisan favorit, dan lain sebagainya harus benar-benar diperhatikan. Sebab, ada beberapa blog yang saya temui, kontennya bagus, namun pemanisnya miris.

Double calender, misalnya, atau double recent updates. Kalender yang ia gunakan pada blog dua. Alasanya sederhana, sebab kalender yang ia sematkan memiliki motif dan corak yang berbeda. Serius?

Artinya, blog juga mencerminkan pemiliknya. Oleh sebab itu, menjadi sederhana namun kaya isi menjadi primadona.

 

Keras kepala

Ya, kalau lembek perut namanya. Bukan itu maksudnya. Keras kepala atau bengal juga menjadi ancaman kehidupan blog. Maksudnya komentar berupa masukan dan kritikan diacuhkan oleh si empunya blog.

Saya mengibaratkan komentar seperti sebuah stimulan. Artinya semakin banyak yang mengomentari, semakin cepat pula perkembangan blog itu. Karna blog atau konten yang kita buat pada akhirnya dinilai oleh pengguna yang lain, pengunjung.

Oleh karna itu, blogger yang membuka diri kepada pengunjung lebih banyak peminatnya. Sebab baginya, konten yang ia ciptakan adalah untuk orang lain, tidak hanya dirinya.

Sisi positif lain yang diperoleh adalah melimpahnya ide. Sebab pada dasarnya, komentar itu sendiri adalah ide. Sebuah ide untuk meningkatkan kualitas konten dan blog.

6 thoughts on “Hindari 4 hal Ini Pada Blog”

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s