Dunia Maya, Evaluasi Pasca Pilpres


Komisioner KPU Arief Budiman menunjukkan contoh surat suara Pemilihan Umum Presiden 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (5/6).
Komisioner KPU Arief Budiman menunjukkan contoh surat suara Pemilihan Umum Presiden 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (5/6).

(Pengamatan terhadap facebook.com, twitter.com, linkedin.com, wordpress.com, blogspot.com, youtube.com, kaskus.co.id, tempo.co, kompas.com, hukumonline.com)

Perbedaan geliat pengguna internet sebelum, selama, dan sesudah pilpres tampak begitu kontras. Perbedaan ini tidak menutup kemungkinan adanya pengaruh medsos terhadap pilpres. Bahkan bagi sebagian orang, sosial meda (sosmed) juga dapat dijadikan referensi dalam memilih.

Benar saja, kini sosmed tidak hanya berupa wadah bagi insan untuk sekedar mendapatkan informasi. Sosmed dalam perkembangannya sudah bermetamorfosis menjadi wahana diskusi tanpa batas.

Pun pada perinsipnya, tidak ada batasan umur untuk menggunakannya. Internet dapat digunakan kapanpun, dimanapun. Ditambah dengan menjamurnya piranti yang menanamkan fitur internet didalamnya. Kini penggunaannya semakin dimudahkan.

[GRAFIS]-Kekuatan-Prabowo---Jokowi---Banua-Syariah

Sebelum pilpres

Sebelum pilpres, misalnya, para pengguna internet yang melek hukum-politik lebih condong membicarakan pelanggaran-pelanggaran konstitusi oleh para pentolan institusi, seperti kasus korupsi, tindak pidana pencucian uang, pemerasan, dsb.

Selain itu, polemik kenaikan harga BBM sekaligus mafia-mafia yang bermain di ranah sumber daya mineral juga kerap kali menjadi topik perbincangan. Sebab, topik-topik seperti itu sempat beberapa kali menjadi worldwide trending topic di situs micro blogging Twitter.com.

Google.com juga merekam beberapa kata kunci yang digunakan pengguna internet untuk mencari informasi tentang itu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa para pengguna internet tidak melulu digunakan sebagai wahana say hello! dengan rekan semata.

Indikator lain yang turut menguatkan anggapan saya adalah jumlah unduh beberapa situs-situs berita ternama nasional, seperti kompas.com dan tempo.co yang diunduh oleh 1juta++ user.

Blogger pun tak jauh berbeda. Para blogger nusantara juga mengikuti perkembangan hukum-politik bangsa. Terbukti dengan banyaknya postingan yang berbicara mengenai hukum dan politik.

Komunitas-komunitas blogger, menurut pengamatan saya masih kurang mengangendakan hukum-politik sebagai sebuah bahasan khusus para anggotanya. Berbeda dengan komunitas pengguna internet terbesar di Indonesia, kaskus.co.id. Komunitas maya raksasa besutan Andrew Darwis ini paling aktif mengajak penggunanya untuk melek hukum dan politik. Bahkan mereka menambah kategori bahasan baru khusus membicarakan politik dan hukum.

Memang benar, kaskus.co.id memiliki kendala dalam hal menyortir postingan-postingan yang berbau kampanye hitam atau HOAX. Wajar saja, ada puluhan kategori yang harus dikawal oleh para moderator kaskus. Minimal, untuk satu kategori dikawal oleh tiga moderator.

Untuk meminimalisir hal tersebut, moderator di setiap kategori menambahkan postingan khusus, yaitu postingan aduan. Sehingga, siapa saja dapat mengadu pada postingan itu. Selain itu, setiap postingan yang dikirim oleh para pengguna juga dilengkapi dengan tombol “Lapor Hansip”. Artinya, siapa saja dapat melaporkan sebuah postingan yang berbau HOAX dengan hanya meng-klik tombol “Lapor Hansip”.

SOSMED
Sosial Media

 

Selama dan setelah pilpres

Kaskus.co.id juga turut menyebarkan ide pemilu bersih dan cerdas. Tampak pada kategori “Pemilu”, ada sebuah postingan yang sifatnya permanen berisi mengenai tata cara, pelanggaran yang biasa terjadi, dan peraturan-peraturan yang menjelaskan menganai pemilu.

Ditambah, kaskus.co.id sudah lama menjalin kerjasama dengan hukumonline.com dalam hal menguatkan pengetahuan tentang hukum bagi penggunanya. Dengan pengguna aktif puluhan juta, saya yakin, siasat kaskus dalam hal “mendidik” pengguna internet terhadap hukum dan politik sangat efektif.

Selama pilpres berlangsung, para pengguna internet pada umumnya lebih menghabiskan waktu berinternet untuk memperoleh informasi-informasi mengenai pilpres. Informasi mengenai ini biasa di dapat pada portal-portal berita nasional, komunitas-komunitas, dan rekaman video.

Selain itu, sampah visual yang kerap kali kita dapati di dunia nyata tidak tampak begitu kentara di dunia maya. Paling untuk 1 halaman portal diisi 1 iklan capres berukuran sedang. Dan iklan tersebut ada yang dapat kita hapus.

Yang menjadi sisi gelap dunia maya selama pilpres berlangsung adalah kampanye hitam atau berita HOAX. Sebab tidak sedikit blog-blog yang mengatasnamakan seseorang menyebar fitnah terhadap salah satu capres. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga kerap kali memfitnah partai-partai pengusungnya.

Pasangan No urut 2, misalnya, difitnah sebagai orang yang beragama kunghucu. Atau pasangan no urut 1, Prabowo, difitnah sebagai orang yang memiliki masalah kepribadian. Hal-hal seperti ini lazim kita temui di berbagai sosmed, seperti facebook.com, twitter.com, maupun kaskus.co.id.

Masalahnya, tidak ada satupun yang mengetahui identitas penyebar kabar abu-abu itu. Sebab, mereka tergolong pengguna internet yang bersifat anonim, tidak jelas identitasnya. Nah bagi sebagian orang, penyebar “virus” itu tidak menjadi pertimbangan, sebab informasi seperti itu banyak yang membagikan (share).

Kami, para blogger yang melihat kondisi seperti ini merasa khawatir akan pengguna internet yang tidak dewasa menanggapi berita-berita HOAX seperti itu. Kami mengkhawatirkan pengguna-pengguna internet malah mengkonsumsi kabar-kabar gelap itu.

Kami berkali mengingatkan para pengguna internet untuk tidak secara sertamerta menelan informasi yang beredar di dunia maya, harus ada cek and re-cek. Karna tidak satu orangpun dapat menjamin keabsahan sebuah informasi, terlepas dari media-media online (Cyber media).

Oleh karna itu, gagasan yang sifatnya kontinuitas harus digalakkan.Langkah pertama, menurut saya, pendewasaan penggunaan internet cukup penting dikuatkan. Sebab, jika pengguna internet dewasa dalam penggunaannya, sifat konsumtif berita-berita gelap dapat ditekan.

Selain itu, pengawasan terhadap konten-konten yang diposting oleh pengguna harus sedapat mungkin ditingkatkan. Sebab, tanpa pengawasan yang intens, jumlah postingan dan penayangan berita hoax membumbung tinggi.

Saya kira, pemerintah dalam hal ini dapat bekerjasama dengan beberapa perusahaan sosmed raksasa dunia. Selain itu, platform-platform beken dunia perblogeran, wordpress.com dan blogspot.com dapat diajak bekerjasama dalam hal penyebaran berita-berita gelap. Sebab, poin-poin etika membuka sebuah platform blog juga ada yang membicarakan mengenai SARA dan informasi palsu.[]

One thought on “Dunia Maya, Evaluasi Pasca Pilpres”

  1. ASSALAMU ALAIKUM
    mhn ijn ntp AMANAH
    ALHAMDULILLAH HIROBBIL ALAMIN
    atas RAHMAT SERTA HIDAYAH RIDHO DARI ALLAH SWT.serta berbekal ILMU KEWALIAN KAROMAH,KESAKTIAN SEJATI,serta izin dari para guru/leluhur dengan melakukan tapa brata,beliau hadir untuk
    membantu anda yg sa’at ini punya MASALAH HUTANG BESAR, BUTUH MODAL BESAR, INGIN MERUBAH NASIB,
    BANGKRUT USAHA,DI CACI MAKI,DI HINA,MENYENGSARAKAN/MENZHOLIMI ANDA ,JANGAN PUTUS ASA,KINI SAATNYA ANDA BANGKIT DARI KETERPURUKAN, RENTANGKAN SAYAPMU,RAIH DUNIAMU,GAPAI IMPIANMU,KEJAR CITA2MU,AGAR ORANG LAIN TIDAK LAGI MENGHINAMU,
    BELIAU SIAP MEMBANTU ANDA DENGAN…
    -JUAL MUSUH
    -NIKAH JIN
    -DANA GOIB
    -UANG BALIK
    -UANG MATENG
    -MEGGNDKAN UANG
    -GENDAM PENAKLUK
    -PENGASIHAN
    -PELET HITAM
    -PELET PUTIH
    -SANTET MATI
    -ANGKA/SIO JITU
    proses cepat
    di jamin 100% berhasil & sukses
    hubungi beliau :
    KH SA’ID ABDULLAH WAHID
    (AHLI ILMU GO’IB)

    HP: 082334608008

    D/A : BATU AMPAR-GULUK GULUK –
    SUMENEP – MADURA
    JAWA TIMUR
    ANDA SOPAN BELIAU SEGAN
    TERIMA KASIH WASSALAM

    Suka

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s