Blogpreneur02-01

Menjadi Blogpreneur


BLOGPRENEUR. Istilah satu ini barangkali masih terdengar asing. Padahal, blogpreneur sudah booming di pertengahan 2009 silam. Kemegahaan atasnya semakin menjadi atas beberapa sebab. Secara garis besar, pegiat blogging terbagi ke dalam tiga kategori; blogger yang cukup puas dengan menjadikan platform blog sebagai wadah penulisan diary, jurnal, bahan kuliah dan seterusnya, blogger yang tidak puas dengan penulisan dan ingin mendapatkan “keuntungan” dari apa yang ia bagikan, dan blogger yang memang ingin mencari “keuntungan” dari dunia blog.

Tentu kita memiliki alasan yang berbeda mengenai hal yang satu ini. Saya pribadi sangat puas ketika konten atau karya yang saya posting menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tetapi, saya tidak menutup diri atas apa yang mungkin dapat saya peroleh dari hobi yang satu ini.

Dengan kata lain, ketika itu dapat menjelma menjadi nilai jual yang bisa meningkatkan reward si empunya blog, mengapa tidak?

Menambah teman, jaringan dan ilmu pengetahuan sudah barang pasti dirasakan oleh seorang blogger. Namun tahukah kamu bahwa keuntungan menjadi blogger tidak berhenti sampai disitu? Keuntungan di luar “kebiasaan” itulah yang melahirkan istilah blogpreneur.

Lalu apakah kamu sudah menjadi blogpreneur, atau pentingkah itu? Menurut saya sangat penting. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan buat kamu tentang menjadi seorang blogpreneur. Salah satu alasan utama adalah uang. Jangan salah paham, saya sedang tidak mengajak para pembaca untuk menjadi materialistik. Tidak maksud saya untuk menilai semua konten yang pembaca sediakan harus diukur dengan uang.

Jauh daripada kesan itu, uang yang diperoleh dari blog dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas konten, misalnya membeli template baru atau font baru. Peremajaan. Pun juga dapat meningkatkan tools si empunya blog untuk memudahkannya mengakses dunia per-blogger-an. Banyak sekali keuntungan yang didapatkan. You name it. Bayangkan jika seorang blog “menalak” reveneu berupa materi seperti uang. Dalam hal mengembangkan blog akan menjadi sedikit lebih sulit. Sebab harus merogoh kocek yang sedikit lebih dalam.

Pertimbangan lain bisa dilihat dari segi ekonomisnya. Bahwa tidak sedikit para pegiat blogger menjelma menjadi sebuah profesi, profesi blogging. Saat ini, advertorial menjadi primadona. Pendapatan paling besar dari profesi yang satu ini bisa dibilang dari advertorial, menerjemahkan sebuah produk; barang atau jasa menjadi ulasan yang menarik. Hal ini tentu tidak semudah menulis sebuah diary perlu pemahaman dan penguasaan teknik ulasan yang menarik. Lalu perlombaan, kesempatan yang satu ini juga tidak kalah kece.

Pemenangnya tidak hanya diganjar materi, tapi juga jasa. Misalnya tiket perjalanan ke sebuah destinasi wisata, di dalam dan luar negeri. Lengkap sudah ganjaran menjadi blogger bukan. Oleh sebab itu, meningkatkan status dari blogger reguler menjadi blogpreneur agaknya tidak terlalu buruk. Apabila disikapi dengan benar bisa menjadi harta karun yang ditemukan.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s