DSC_9212

Puncak Tebing, Wajah Baru Pantai Pasir Putih Lhok Mee


Aku membuka sepatu dan membenamkan kaki kedalam pasir halus seputih susu. Pandanganku lekat ke arah laut sebiru langit. Angin yang berhembus sepoi menggodaku untuk santai sejenak menikmati karya tuhan yang maha indah ini. Rasa takjub masih saja menggelembung saban kali aku datang kesini; sebentang pantai berpasir putih dengan lekuk ombak kecil yang terus menjilatinya.

Ialah Pantai Pasir Putih Lhok Mee. Keunikan dan keindahannya sulit dijelaskan dengan kata-kata. Bayangkan sebuah pantai, berpasir putih, dan beberapa pohon besar yang hidup tepat di garis pantai. Bingung? atau mungkin tidak percaya. Itulah mengapa siapa saja yang berkunjung, akan menjadikan pohon besar itu sebagai latar saat hendak memotret.

DSC_9175
SIsi tebing berhadapan langsung dengan pantai pasir putih (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)

Aku tidak hanya mengunjungi wisata pantai ini, sebab bagi sebagian orang, tempat ini sudah terlalu mainstream. Sudah dijejaki banyak pelancong, baik dalam maupun luar negeri. Untuk menambah rasa dan nuansa yang berbeda, aku beranjak ke Puncak Tebing, masih dilokasi yang sama. Hanya saja kita perlu bertolak 7-12 menit dari Pantai Pasir Putih Lhok Mee.

Puncak Tebing

Penduduk setempat menyebutnya puncak tebing. Bukit-bukit dengan bebatuan cadas yang menjorok ke laut. Tinggi perbukitan ini dari permukaan laut kurang-lebih 12 meter. Sangat menegangkan memang, karena tidak ada pagar pembatas. Kalau jatuh ya langsung ke laut.

DSC_9186
Pantai Pasir Putih Lhok Mee (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)
DSC_9197
Pantai Pasir Putih Lhok Mee (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)

Dari pantai pasir putih, terus saja berjalan kaki ke arah barat sampai kamu menemukan bukit pertama. Tingkat kesulitan memanjat bukit-bukit itu tergolong mudah, sebab sudah ada jalur jalan setapak, dan bukit tidak terlalu miring.

Sudah 3 bulan ini, puncak tebing menjadi buah bibir para pelancong. Banyak desas-desus, antara percaya dan tidak bahwa ada tebing curam yang selokasi dengan eloknya pantai landai.

Di atas puncak tebing yang berhadapan dengan pantai pasir putih (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)
Di atas puncak tebing yang berhadapan dengan pantai pasir putih (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)
Di atas puncak tebing yang berhadapan dengan pantai pasir putih (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)
Di atas puncak tebing yang berhadapan dengan pantai pasir putih (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)

Wisata satu ini tersua di Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya. Jika dari pusat kota Banda Aceh, kamu harus menempuh perjalanan selama 35 menit. 40 Kilometer. Perjalanan bisa menggunakan mobil dan sepeda motor. Namun sayang, tidak ada angkutan umum yang bisa kamu tumpangi untuk berkunjung kemari.

Kalau kamu pelancong dari luar Aceh, kamu bisa menyewa roda empat dengan harga negotiable. Dan untuk menemukan tempat ini juga cukup mudah. Ada plang besar bertuliskan Wisata Pantai Pasir Putih di pinggir jalan.

Jalan menuju puncak tebing sekaligus pantai pasir putih (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)
Jalan menuju puncak tebing sekaligus pantai pasir putih (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)

Dalam perjalanan, kamu akan menikmati pemandangan perbukitan batu cadas. Bukit Suharto. Kamu akan terayun-ayun karena kelok, tanjak, dan turunannya cukup rapat. Tapi cukup indah. Karena semilir angin yang lembut menyapa kamu ketika melang-lang.

Dan juga kamu akan melewati peninggalan Kerajaan Lamuri, sebuah peradaban yang menjadi cikal bakal Kesultanan Aceh Darussalam. (Akan saya post pada postingan berikutnya). Jadi ada beberapa lokasi wisata yang dapat kamu jumpai dalam perjalanan menuju Pantai Pasir Putih Lhok Mee.

Tebing Curam

Bu Asiah, salah seorang pedagang di puncak tebing menceritakan awal populernya Puncak Tebing. Sambil menyajikan mie seduh, mulutnya komat-kamit bercerita panjang-lebar. “Awai na aneuk dara dua droe, ditunyok foto bak lon, ditanyeng peu lon tupat gamba lam foto nyan?”. Awalnya ada dua perempuan menghapiri saya dan menampakkan sebuah gambar (di hp) dan bertanya apakah saya tahu lokasi dalam foto ini.

DSC_9164
Perbukitan (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)
DSC_9166
(Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)

Bu Asiah yang awalnya berdagang di Pasir Putih sempat kebingungan. Tapi dia yakin, itu pasti foto di daerah pasir putih. Sebab bukit dan karakteristik pantainya persis serupa. Lantas ia menanyakan kepada suaminya, “Gob nyan tengeh pegeut boh u” beliau sedang menyajikan kelapa muda. Suaminya tahu persis itu adalah puncak tebing. Tempat dimana ia sering menjala dan memancing.

Sebab itu salah satu spot terbaik untuk memancing ikan-ikan jenis karang. Akhirnya, bu Asiah mengantar kedua gadis itu. Tanpa sadar, saban minggu, pengunjung semakin ramai, sampai bu Asiah menolak untuk mengantar lantaran kelelahan dan harus mengurusi warung dagangannya di Pasir Putih.

“Dudo”, akhirnya, suami saya dan beberapa pemuda gampong berinisiatif membuat jalan setapak, membersihkan beberapa semak dan memberi plang penunjuk jalan.

Kini, di puncak tebing sudah ada beberapa pelapak minuman segar dan cemilan. “Pengunjungnya setiap bulan bisa ratusan”, kata Asiah.

DSC_9161
Sisi lain puncak tebing (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)
DSC_9178
Nelayan setempat (Foto: Sukatulis/ Iqbal Perdana)

Di puncak tebing juga ada bibir pantai terjepit. Karena bentang pantainya kecil sedang sisi kiri dan kanannya diapit tebing curam. Jika hari sedang bersahabat, kamu akan menikmati ombak tenang. Namun angin di puncak tebing sedikit lebih kencang, oleh karenanya sangat tidak dianjurkan untuk berdiri di pinggiran tebing. Dan bagi yang memegang kamera hendak memotret, hati-hati kameranya “disenggol” angin. Selamat melancong.

One thought on “Puncak Tebing, Wajah Baru Pantai Pasir Putih Lhok Mee”

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s