journalistblok_og_s_376986a

Guna Menjadi Pers Mahasiswa


Saya yakin, setiap perguruan tinggi memiliki wadah untuk mengasah kreatifitas mahasiswa, hard skill. Diantaranya dikenal dengan sebutan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Wadah ini lah yang menjadi loka ajar akan hal yang “tidak” diajari selama duduk di bangku perkuliahan. Karena, percaya tidak percaya, hanya duduk mendengar penjelasan dosen tidak akan cukup jika kamu ingin mengasah keterampilan. Paling tidak ya terbebas dari julukan kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang).

Giat dari UKM pun sangat beragam, seperti UKM Olahraga, UKM Wirausaha, UKM seni dan budaya, UKM Beladiri, UKM Pers, dan lain sebagainya. Bagi saya, UKM yang paling tepat untuk mengasah kemampuan menulis dan memapak mental adalah UKM Pers. Sebab banyak kegiatannya yang berhubungan dengan menulis dan mewawancarai.

Penulis sendiri pernah berkecimpung di dunia pers kampus selama empat tahun, terhitung sejak 2010. Oleh karenanya, sedikit-banyak paham. Bukan maksud ingin pamer, hanya saja ingin berbagi pengalaman, paling tidak bisa memotivasi dan menjelma menjadi amal jariah.

Barangkali sobat pembaca yang saat ini menempuh pendidikan tinggi sudah membidik UKM apa yang akan dicemplungi. Selamat, derajat kamu sudah naik satu tingkat dari mahasiswa lain. Sebab kamu bersedia tidak dibayar untuk “bekerja”. Yap, UKM miniaturnya sebuah perusahaan atau organisasi. Disana kamu akan berorganisasi dan mengorganisir sejumlah dana.

Berada dibawah tekanan juga menyusun rencana. Selemah-lemahnya, kamu akan mengenal perangai kamu yang sebenarnya; pribadi yang jujur, kuat, dan bersahaja, atau sebaliknya.

Dalam UKM Pers kamu akan berkelana bersama dua hal itu. Meski pada dasarnya semua UKM juga bertautan dengan dua hal itu, tapi ada beberapa hal yang saya rasa hanya ada di UKM Pers.

Mengasah keterampilan menulis

Pegiat UKM Pers akan disibukkan dengan geliat menulis saban hari. Bahkan ketika kamu ingin melamar menjadi anggota UKM Pers, kamu akan dimintai tulisan berupa essai dengan tema yang telah ditentukan. Disini, kamu akan dinilai tentang kejujuran. Loh? Ya, banyak orang, bahkan penulis tidak jujur dalam menulis, semisal plagiat.

Penyakit yang sering hinggap di “pena” penulis ini sangat mengerikan, ironinya mewabah. Penyakit satu ini sangat berbahaya jika bernaung pada para kuli tinta, juru tulis. Karena orisinalitas adalah ujung tombak dari para wartawan, jika yang mereka sajikan kepada pembaca tidak benar. Apa jadinya UKM Pers, pembual?

Pun demikian, para calon anggota tidak dibebankan dengan kemampuan menulis yang mumpuni. Mereka tidak dimintai pengalaman kepenulisan, singkat cerita, semua mahasiswa dapat bergabung.

Nantinya, setelah melewati beberapa seleski; administrasi, wawancara. Para anggota baru akan dimantapkan ilmu menulisnya, diajarkan teknik menulis, dan langkah merunut peristiwa.

Kamu akan banyak mengetahui produk-produk ilmu jurnalistik; straightnews, feature, in-depth reporting, sampai investigative reporting.

“Pembimbingnya” pun terdiri dari kalangan elit pada profesi jurnalistik. Seperti pimpinan redaksi media mainstream. Juga ada pelatihan kepenulisan yang stratanya lokal sampai nasional.

Mengasah kemampuan komunikasi

Selain keterampilan menulis. Kemampuan kamu berkomunikasi juga akan terlatih. Kamu akan berhadapan langsung dengan banyak pihak dari berbagai kalangan, demi mendapatkan potong-potong informasi. Pada tahap ini, mental dan cara bicara menjadi senjata. Keduanya saling berkolaborasi untuk menembus nara sumber.

Lambat laun, kamu akan terbiasa menghadapi berbagai jenis perangai manusia. Dari yang berdasi sampai yang memikul goni.

Tahu banyak

Banyak tahu. Informasi seputar kampus, petinggi, civitas akademika dan gelagat mahasiswa adalah makanan kamu sehari-hari. Kamu akan merajut kesemua hal itu menjadi sebuah ulasan yang disajikan untuk kalayak pembaca.

Update informasi seputar kampus tentu mengajari kamu menjadi lebih peka. Peka terhadap keadaan sekitar, secara otomatis pula akan mendongkrak pengetahuanmu dalam menempatkan diri, mendudukan persoalan dan meretas jalan keluarnya.

Sebab, menjadi juru tulis sama dengan juru kunci. Apa yang kamu sebarkan akan menjadi konsumsi para mahasiswa seantero tanah air, bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi isu publik.

Mental Baja

Idiom ini barangkali ada benarnya. Sebagian orang mungkin dilahirkan dengan mental sekeras baja, tapi tidak sedikit yang terlahir dengan mental cemen, cengeng, rapuh, dan baperan. UKM Pers dapat mengobati itu.

Diusir, dimarahi, ditekan, dan diancam sudah barang pasti menjadi resiko bergabung dengan UKM Pers. Sebab, siapa saja, termasuk mereka yang cendikia apabila dibongkar akal bulusnya akan merasa terancam. Terusik.

Oleh karenanya, ada, meski saya hanya menebak. UKM Pers yang melulu menyoroti janji-janji manis rektorat dan berita-berita ceremonial belaka. Sebab mereka kepalang takut mengkritisi kebijakan yang merugikan civitas akademika universitas.

Memang sih, tidak ada salahnya mengabarkan prestasi, janji manis, dan ulasan ceremonial. Namun akan menjadi lebih baik, apabila pers mahasiswa memonitor “kerjaan” pengelola universitas beserta jajarannya, akan terasa lebih lengkap dan lebih berimbang.

Jejaring yang Luas

Jejaring pertemanan mereka yang berkecimpung di dunia jurnalistik akan sangat luas. Sebab mereka akan bertemu dan memulai pertemanan dengan kelompok-kelompok baru. Oleh karenanya, kamu akan lebih dikenal oleh banyak orang, termasuk dosen dan civitas akademika yang lainnya.

Dikenal karena karya pun juga dikenal karena menjaring informasi. Kamu akan lebih mudah bergaul dan lebih mudah memperoleh berbagai pengalaman. Bahkan pengalaman yang diluar gerbang fakultas yang kamu diami.

Kamu akan mengerti sosial, politik, bisnis, hukum, kuliner, budaya, musik, dan lain sebagainya. Semua hal itu akan cukup baik mengantarkanmu ke meja pekerjaan yang kamu impikan selepas wisuda nanti.

Jika kamu berfikir masih ada keutungan lain yang diperoleh dari bergabung menjadi pers kampus, tolong tinggalkan komentar dan nanti akan saya update pada kanal pendapat pembaca. Selamat mencoba.🙂

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s