generasi cengeng

Generasi Cengeng Melanda Aceh


Semakin kesini,  (saya yang workless, so sering online) semakin mules melihat perangai pengguna media sosial se-jagat maya. Cengeng-cengeng betul. Fenomena cengeng-kecengengesan ala anak muda yang menggunakan media sosial semakin menjadi-jadi. Yang terjangkit pun ter-multipel tak ter-peri, tumpah-ruah. Halaman (rumah) Facebook saya dipenuhi gelimangan status dan meme termehek-mehek pemuda Aceh. Begitu pula pada pekarangan Instagram, Twitter dan kediaman saya lainnya di alam maya.

Di Aceh, pemicunya saat ini adalah melonjaknya harga emas yang berefek pada sulitnya menyiapkan “kewajiban” seorang laki-laki yang ingin menikah (lagi), yaitu mas kawin/ jeulame. Akibatnya banyak pemuda Aceh yang hilang setengah kewarasannya. Syukur, fenomena ini belum memakan korban, semoga jangan.

Saya yakin efeknya jangka panjang, jika tidak ditangani dengan serius, bisa fatal.

generasi cengeng
Serambi Indonesia/ 13 Juli 2016

Di Tanah Rencong, lazimnya memang emas dijadikan mahar kawin. Yang “tak lazim” adalah jumlahnya. Berbelas-belasan mayam, pun tidak sedikit yang berpuluh-puluhan. Hal ini yang secara tidak langsung sang dara baro “mencekik” calon mempelainya. Kalau sudah begini rasanya cinta bisa diukur dengan uang.

Siapa yang tidak ingin menikah? Membangun rumah bertetangga. Memperoleh keturunan. Hidup “seimbang”. Orang yang sudah menikah saja tidak kapok untuk menikah lagi. Apalagi saya dan kawan-kawan lajang lainnya yang masih penasaran apa rasanya pernikahan.

Akibatnya, tidak sedikit yang merengek-rengek di alam maya. Diantaranya ada yang dimintakan segera turunkan harga emas. Tidak sedikit juga yang minta diturunkan jumlah mayamnya. Awalnya saya berpikir wajar saja, mau sampai kapan (kami) para lajang terus-terusan hidup “tanpa” tulang rusuk. Atau bekerja mati-matian hanya untuk jeulame saja. Bagaimana soal sandang, pangan, papan yang nanti digunakan oleh istri dan juga anak-anak?

Toh ada batasnya, jangan terlalu berlebihan menanggapi kenaikan harga emas ini. Saya mengerti betul perasaan lajang-ers saat ini. Jangankan jeulame, rokok saja masih beli lintingan. Namun tidak ada tembok yang tidak bisa dilewati, selalu ada pintu atau jendela yang bisa digunakan untuk keluar. Jangan menyerah.

13620072_1744594402446960_1858912645159495232_n

Uniknya, ada yang dengan suka rela membuatkan table jumlah mayam yang dibutuhkan untuk meminang gadis berdasarkan daerahnya. Saya berinding.

580720_451595134914235_282182510_n

Screen Shot 2016-07-14 at 11.55.16

Screen Shot 2016-07-14 at 12.00.50Screen Shot 2016-07-14 at 12.28.51

2 thoughts on “Generasi Cengeng Melanda Aceh”

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s