Arsip Kategori: Kampus

Guna Menjadi Pers Mahasiswa

Saya yakin, setiap perguruan tinggi memiliki wadah untuk mengasah kreatifitas mahasiswa, hard skill. Diantaranya dikenal dengan sebutan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Wadah ini lah yang menjadi loka ajar akan hal yang “tidak” diajari selama duduk di bangku perkuliahan. Karena, percaya tidak percaya, hanya duduk mendengar penjelasan dosen tidak akan cukup jika kamu ingin mengasah keterampilan. Paling tidak ya terbebas dari julukan kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang).

Giat dari UKM pun sangat beragam, seperti UKM Olahraga, UKM Wirausaha, UKM seni dan budaya, UKM Beladiri, UKM Pers, dan lain sebagainya. Bagi saya, UKM yang paling tepat untuk mengasah kemampuan menulis dan memapak mental adalah UKM Pers. Sebab banyak kegiatannya yang berhubungan dengan menulis dan mewawancarai. Lanjutkan membaca Guna Menjadi Pers Mahasiswa

Skill Paling Dibutuhkan Namun Jarang Muncul Di Bangku Kuliah

Klik Untuk Memperbesar Gambar

 

Prof James Altucher, entrepreneur sukses yang juga gemar menulis punya pandangan menarik soal skill penting yang tidak dapat kita temukan di bangku kuliah. Sekadar informasi, saat ini, Prof James sedikitnya sudah menelurkan 11 buku dan buku terbaru yang ia tulis adalah The Power Of No.

Seorang sahabat, dropped out dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia mencoba untuk membangun sebuah perusahan dan gagal. Lalu ia mencari jawaban atas kegagalannya di buku-buku dan mulai untuk memulai perusahaan baru, kembali gagal.

Baca Selengkapnya.>>

Arbitrase

Palu Hukum
Ilustrasi

Istilah arbitrase berasal dari kata “Arbitrare” (bahasa Latin) yang berarti “kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu perkara menurut kebijaksanaan”. Definisi secara terminologi dikemukakan berbeda-beda oleh para sarjana saat ini walaupun pada akhirnya mempunyai inti makna yang sama.

Subekti menyatakan bahwa arbitrase adalah penyelesaian atau pemutusan sengketa oleh seorang hakim atau para hakim berdasarkan persetujuan bahwa para pihak akan tunduk pada atau menaati keputusan yang diberikan oleh hakim yang mereka pilih[1]. Lanjutkan membaca Arbitrase

Sistem Peralihan Surat Berharga

Surat Berharga
(Ilustrasi Surat Berharga)

Peralihan surat berharga didasari atas beberapa faktor, seperti, jual-beli, warisan, hibah, dan lain sebagainya. Surat berharga diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Buku I Bab VI dan Bab VII (Ps: 100 – 229).
Dalam hal peralihan, 3 kalusula Surat berharga memiliki langkah yang berbeda-beda:

•    Klausula Atas Tunjuk (Aan toonder)
Klausula atas tunjuk atau yang artinya pemegang surat berharga yang akan memperoleh tagihan, tidak cukup hanya dengan membawa surat itu. Namun harus menunjukkan atau memperlihatkan kepada debitur. Lanjutkan membaca Sistem Peralihan Surat Berharga