Arsip Kategori: Education

Skill Paling Dibutuhkan Namun Jarang Muncul Di Bangku Kuliah

Klik Untuk Memperbesar Gambar

 

Prof James Altucher, entrepreneur sukses yang juga gemar menulis punya pandangan menarik soal skill penting yang tidak dapat kita temukan di bangku kuliah. Sekadar informasi, saat ini, Prof James sedikitnya sudah menelurkan 11 buku dan buku terbaru yang ia tulis adalah The Power Of No.

Seorang sahabat, dropped out dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia mencoba untuk membangun sebuah perusahan dan gagal. Lalu ia mencari jawaban atas kegagalannya di buku-buku dan mulai untuk memulai perusahaan baru, kembali gagal.

Baca Selengkapnya.>>

Iklan

Arbitrase

Palu Hukum
Ilustrasi

Istilah arbitrase berasal dari kata “Arbitrare” (bahasa Latin) yang berarti “kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu perkara menurut kebijaksanaan”. Definisi secara terminologi dikemukakan berbeda-beda oleh para sarjana saat ini walaupun pada akhirnya mempunyai inti makna yang sama.

Subekti menyatakan bahwa arbitrase adalah penyelesaian atau pemutusan sengketa oleh seorang hakim atau para hakim berdasarkan persetujuan bahwa para pihak akan tunduk pada atau menaati keputusan yang diberikan oleh hakim yang mereka pilih[1]. Lanjutkan membaca Arbitrase

Tidak Tahu “La”

Ilustrasi La
Ilustrasi La

Hana ka teupeu La” merupakan celetuk dalam paduan dua bahasa; Aceh dan Arab. Biasa diucapkan oleh tetua kepada muda-mudi yang kelakuannya diluar batas, tidak wajar lagi. Jika diartikan, “Hana ka teupeu La” berarti “Tidak (kamu) tahu, La (Tidak; Jangan). Sedang la berarti Tidak atau Jangan.

Kini, celoteh seperti itu sudah sangat jarang dialamatkan oleh para tetua. Perilaku-perilaku negatif oleh muda-mudi yang saat ini begitu kentara seakan minim teguran. Hal ini pula yang memicu menggelembungnya perilaku-perilaku yang tidak elok itu.

Jika dikelompokkan pada strata “efek perbuatan”, teguran berada di tingkat paling bawah, diikuti dengan kekerasan, cemoohan, mengucilkan, dan lain sebagainya. Lanjutkan membaca Tidak Tahu “La”

Jobs, Einstein, and Franklin

Kris Snibbe/Harvard Staff Photographer The history of science in the 21st century will likely be dominated not by “lone geniuses,” said Walter Isaacson, but by collaboration and by “collective, applied imagineering.” During a talk at Radcliffe, Isaacson explored the genius of three transformative men — Benjamin Franklin, Albert Einstein, and Steve Jobs — unraveling both their intellectual brilliance and their common desire to help change the world.

In the spring of 1974, Walter Isaacson sat in Harvard’s Memorial Church and listened to the Rev. Peter J. Gomes offer graduating seniors his parting words of wisdom.

The address, recalled Isaacson, a history and literature concentrator and now a best-selling biographer, was titled “What We Forgot to Tell You.” “It’s not all about you,” Gomes told the students, Isaacson recalled. “In the end, you are going to figure out it’s about being part of something larger than yourself.” Lanjutkan membaca Jobs, Einstein, and Franklin