Arsip Tag: aceh

Ini Satu-satunya Majalah Anak yang Terbit di Aceh

Membudayakan gerakan literasi dapat dimulai sejak dini. Semakin cepat menumbuhkan minat baca anak berarti telah membawa anak lebih dekat kepada kesuksesannya kelak. Berbicara soal minat baca, di Aceh, masih sangat rendah. Ibarat kata, minat baca di Aceh bak Mie keu’eng, bek an dipajoh, dicukeh han. Namun apakah masyarakat Aceh harus pesimis dengan fakta miris seperti itu? Saya pikir jangan.

Bersikap ogah-ogahan membumbungkan gerakan literasi sama saja dengan mengutuk kegiatan itu sendiri. Jika saat ini saya mengampanyekan gerakan literasi, dan kamu juga mengampanyekan hal yang sama, saya percaya orang-orang yang paling dekat seperti keluarga dan  teman akan “terusik” dan mulai gemar membaca. Lanjutkan membaca Ini Satu-satunya Majalah Anak yang Terbit di Aceh

Iklan

Indahnya Berbagi Rezeki

photo#1
Foto: Para penerima hibah sepeda

(Catatan Perjalanan Penyerahan Bantuan Sepeda kepada Anak yatim, Piatu dan Anak Miskin di Pantai Timur Aceh)

Tepat pukul 16.00 WIB, 16 Agustus lalu. Tim POTRET bertolak dari Banda Aceh menuju Seunedon, Aceh Utara. Niatan memboyong 14 sepeda kepada siswa-siswi yatim, piatu, dan miskin yang sudah mengajukan bantuan sepeda kepada CCDE dan majalah POTRET beberap bulan yang lalu. Alhamdulilah, pengantaran sepeda ke empat desa di Seuneudon itu berjalan lancar, walau harus menginap semalam di Ule Gle sebab pekat malam kala itu memaksa mata untuk beristirahat. Maka, berlabuh lah kami di sebuah rumah yang jaraknya hanya beberapa meter dari jalan raya. Setelah merebahkan tubuh dan menikmati sarapan, kami kembali mengukur jalan, Ule Gle – Seunedon yang ditaksir sejauh 179 Km.

Mobil Double Cabin, Ford Ranger warna hitam, yang di kedua pintu depan bertuliskan POTRET dikemudi langsung oleh Tabrani Yunis hingga ke tempat tujuan Lanjutkan membaca Indahnya Berbagi Rezeki

Tidak Tahu “La”

Ilustrasi La
Ilustrasi La

Hana ka teupeu La” merupakan celetuk dalam paduan dua bahasa; Aceh dan Arab. Biasa diucapkan oleh tetua kepada muda-mudi yang kelakuannya diluar batas, tidak wajar lagi. Jika diartikan, “Hana ka teupeu La” berarti “Tidak (kamu) tahu, La (Tidak; Jangan). Sedang la berarti Tidak atau Jangan.

Kini, celoteh seperti itu sudah sangat jarang dialamatkan oleh para tetua. Perilaku-perilaku negatif oleh muda-mudi yang saat ini begitu kentara seakan minim teguran. Hal ini pula yang memicu menggelembungnya perilaku-perilaku yang tidak elok itu.

Jika dikelompokkan pada strata “efek perbuatan”, teguran berada di tingkat paling bawah, diikuti dengan kekerasan, cemoohan, mengucilkan, dan lain sebagainya. Lanjutkan membaca Tidak Tahu “La”

Pesona Tirai Air di Lembah Brayeun

Waduk Brayeun
Waduk Brayeun

Gadis cilik berambut gelap itu melompat-lompat di dalam air setinggi pinggang orang dewasa, giginya gemeretak sebab kedinginan. Disekelilingnya, puluhan pengunjung sedang asyik memercik-mercik air, ada yang duduk sambil melipat tangan di dada, ada yang menyelam untuk merasakan sensasi beku di sungai selebar lapangan tenis itu. Lanjutkan membaca Pesona Tirai Air di Lembah Brayeun