Iqbal Perdana

Iqbal Perdana

Iqbal Perdana

Ia seorang putra dari negeri seribu sultan, rambutnya hitam, lurus-pendek –yang memuat berbagai perspektif dan angan-angan sejak 15 November 1992 silam. Tubuh kecilnya dibalut kulit, sao-matang, dengan gelegata seperti parit-parit keringat yang terbentuk akibat tajamnya pasir bumi. Iqbal Perdana, begitu namanya dinisbatkan, dengan rahmat dan izin tuhan YME, ia masih bisa bernapas dan aktif menulis. Menuntut ilmu di Universitas Syiah Kuala –anak pertama dari dua bersaudara ini memilih ilmu hukum sebagai giatnya.
Ia mulai menulis ketika berumur 12 Tahun, didampingi guru sekolahnya, Iqbal Jr mulai mengenali Cerpen, puisi, Diary, dan karya tulis lainnya. Sampai tahun 2007 –tidak kurang dari 1000 lembar kertas dihabiskan untuk menulis; catatan harian, cerpen, puisi, dan cerbung. Namun dipertengahan tahun 2007, karya dan memoir itu hilang digondol maling. Bersama barang lainnya, karya yang sudah dibukukan itu dimuat disebuah kotak bersama, Playstation 1, Printer, telepon nirkabel, dan speaker –raib dijarah maling.

***

Kini Iqbal Senior sudah berumur 20 Tahun, namun kegemarannya menulis masih menjadi bagian dari hidupnya. Hanya sedikit yang berubah dari kebiasaannya itu, Iqbal Senior sudah lemah berfantasi, pikirannya terus dituntut untuk rasionalistis dan faktual. Oleh karnanya –Iqbal Senior –menjadikan tulisan fiksi untuk melengkapi kegusarannya berpikir kritis, fantasi menjadi wiski untuk menghangatkan kebekuan otak kiri-kanannya.

Iqbal mengasah ilmu tulisnya dengan bergabung di UKM Pers Unsyiah, terhitung sejak 2010 silam –Iqbal mulai menyesuaikan diri dengan hobi barunya, yaitu liputan. Sebenarnya liputan adalah sebuah tuntutan, namun Iqbal menjadikannya sebagai hobi –yang mengerjakan tuntunan tersebut dengan sukarela. Sampai saat ini hari-harinya masih melingkupi dunia jurnalistik, bahkan oleh kegigihannya pemangku jabatan UKM Pers Unsyiah memberi kesempatan untuk Iqbal –menjadi salah satu mahasiswa Muharram Jurnalism College MJC di Banda Aceh.

Dengan kesempatan yang diberikan, kini Iqbal semakin memahami dan sangat berhasrat melakukan liputan. Setelah mencuri banyak ilmu di MJC dan UKM Pers itu sendiri, karya “terbesar” yang pernah dibuat adalah sebuah Indepth Reporting, tulisan itu meruak tentang transparasi dana operasional gedung Academic Activity Center di Unsyiah yang terkesan mengindikasikan praktek korupsi.
Lain halnya dengan kegiatan akademisi, Iqbal yang masih duduk disemester empat –aktif dan akan terus aktif menulis karya ilmiah, didampingi teman sejawat dan dukungan dari dosen Pembina, Iqbal cs selalu disibukkan dengan bait-bait literal.
Menurut Iqbal, tidak ada satu orang pun di dunia ini –sampai ia membuktikan bahwa dirinya ada. Dan menulis adalah salah satu bukti dari eksistensi seseorang itu. So, why writing still matter?

Iqbal Perdana (Kanan) | Sedang mewawancarai mahasiswa Unsyiah angkatan 2011 di Gedung ICT, (8/10/2011)

Iqbal Perdana (Kedua dari kanan) | Mewanwancarai Orator aksi demo “Tolak Politisasi Kampus”

Isi atau konten blog ini didominasi oleh karya jurnalistik penulis sendiri, karya jurnalistik iqbal yang telah dimuat dibeberapa media online akan di masukkan di blog ini, juga ilmu hukum terkait pendidikan yang tengah enyam iqbal sendiri.

Beberapa tulisan sahabat yang dikirimkan ke e-mail sukatulis juga akan di muat, seperti karya mahasiswa IPB, UiTM Malaysia, juga beberapa PTN negeri yang tersebar khususnya di Aceh dan di Indonesia.

Teman-teman pengunjung boleh mengambil seutuhnya atau sebagian dari konten blog ini, namun dimohon untuk mencantumkan sumber dan penulisnya.
Para sahabat, pencinta tulismenulis, rangkul aku dengan makna coret penamu. Tusuk aku dengan keras, gunakan imajinasimu.

Bersama kita bisa merubah apapun, apapun itu.

Iqbal Perdana,
Banda Atjeh, 2 Des 2010

Suka Tulis kupilih sebagai judul pikiran.

Dan mulailah karya tanpa akhir memelukku.

Terima Kasih .

Iqbal Perdana,
Banda Atjeh, 2 Des 2010

Iqbal Perdana

Buat Lencana Anda

(Foto: Saat mengikuti pelatihan jurnalistik tingkat lanjut nasional di Parapat- Danau Toba; Bersama Andreas Harsono)
(Foto: Saat mengikuti pelatihan jurnalistik tingkat lanjut nasional di Parapat- Danau Toba; Bersama LPM seIndonesia; Pemateri Andreas Harsono)
(Peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional "Salam Ulos" 2012)
(Peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional “Salam Ulos” 2012)
(Pemberian Buah Tangan oleh Ketua Panitia 'Ipak Ayu Nurcahya' dan pimum Suara USU 'Harry Yassir' kepada Iqbal Perdana)
(Pemberian Buah Tangan oleh Ketua Panitia ‘Ipak Ayu Nurcaya’ dan pimum Suara USU ‘Harry Yassir’ kepada Iqbal Perdana)

__________________________________________________________________________________________________________________________________

Iqbal Perdana (Kiri) | Saat menyebrangi selat antara Pulau Sabang menuju Pulau Rubiah, (05/02/2012)
Iqbal Perdana | Tiba di Pulau Rubiah hendak melakukan Snorkeling bersama teman-teman UKM Pers DETaK Unsyiah, Sabang, (05/02/2012)

23 thoughts on “Iqbal Perdana”

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Travel. Culinary. Writing.

%d blogger menyukai ini: