Genpi Aceh wisata halal aceh

Aceh Menuju Wisata Halal 2016


Setelah sebelumnya populer dengan wisata syariat, kini Aceh mulai menjajaki liga baru; wisata halal. Sepintas tidak ada perbedaan antara wisata syariat dan wisata halal, ia serupa. Keduanya menggunakan istilah dalam paham islam, yang maknanya kurang-lebih tolok ukur standard islam. Kalau sudah halal, berarti sudah sesuai standard.

Letak perbedaan pada dua paham wisata ini adalah ke-marketable-annya. Halal lebih “diterima” oleh masyarakat dunia daripada syariat. Benar saja, mereka yang tinggal di benua biru dan benua disebelahnya seakan alergi dengan istilah syariat. Sebab, kalau sudah syariat, bayangan mereka adalah hijab, cambuk, cadar, dan hal-hal tak tepat pikir lainnya. Alay memang.

Oleh sebab itu, dipilihlah halal sebagai simbol kesyariatan wisata. Ia tak ubahnya sebuah deklarasi pencapaian yang bersifat utuh. Karena halal tidak duduk di label-label atau sertifikat-sertifikat. Ia duduk di proses dan pengalaman. Ia duduk di cara berbuat dan cara bertutur. Ia segera menjadi standard dunia pariwisata dunia. Karena tidak sedikit negara-negara yang menalak islam namun mencatut halal sebagai “jebakannya” mengundang turis.

Aulia Fitri Genpi Aceh
Aulia Fitri (Co-F Aceh Blogger Community dan I Love Aceh)

Kemarin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia menggelar seminar dan workshop “Optimalisasi Peningkatan Wisata Halal Melalui Media Sosial” di Oasis Atjeh Hotel, Banda Aceh.

Tujuannya satu, optimalisasi. Atau bahasa asiknya mempopulerkan. Para birokrat itu paham betul bahwa peran media sosial dalam mengampanyekan suatu hal sangat efektif. Hasilnya bisa cepat diperoleh, dan tidak sulit-sulit amat.

Gairah untuk “menjadikan” Aceh sebagai tanah wisata halal tampak betul pada acara yang digelar kemarin. Mereka mengundang pelaku-pelaku wisata halal yang lebih dulu mendunia -Lombok- untuk membocorkan rahasia sukses menembus kancah internasional di Dubai, Uni Emirat Arab, tahun lalu.

Volunteer

Mereka yang berpangkat volunteer lah yang menjadi saksi kunci atas suksesnya wisata halal di Lombok, NTB. Mereka menjelma menjadi pahlawan-pahlawan pariwisata Lombok. Mereka mengubah strata kehidupan bersosial masyarakat Lombok ke arah yang lebih baik. Mereka mendongkrak pendapatan banyak orang dari berbagai kalangan di sana.

“Kami tidak dibayar 1 rupiah pun. Namun kami semangat untuk memajukan industri pariwisata Lombok yang salah satunya berdampak bagi masyarakat kecil.”

“Jangan mengira mereka yang menjadi relawan adalah anak-anak putus sekolah atau pengangguran-pengangguran. Mereka adalah orang-orang terpelajar, siswa-siswi, mahasiswa-mahasiswi, Doktor, Master, dan lain sebagainya,” Ujar Jhe, magister Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta yang menjadi salah satu team leader relawan pariwisata Lombok.

GenPi Aceh
Iqbal Perdana bersama Jhe (@Jheipul) pemateri asal Lombok)

Perempuan ramah berdarah Yogya itu sudah sembilan tahun menetap di Lombok dan setahun terakhir ini banting tulang untuk memajukan pariwisata Lombok melalui media sosial. Ia tenaga pengajar di Universitas Mataram dan seringkali menghabiskan waktu luang dan pentingnya untuk mengampanyekan wisata halal di Lombok.

Makmur Dimila GenPI Aceh
Makmur Dimila (Koordinator GenPI Aceh 2016, co-f safariku.com)

Aceh

Kami semakin berapi-api untuk mengikuti jejak Lombok “menduniakan” Aceh dengan julukan baru, wisata halal. Reza Pahlevi, kepala dinas Disbudpar Aceh ingin betul dunia mengenal Aceh dengan halalnya, dengan sebenarnya, aman dan nyaman. Tidak ada bayang-bayang kekerasan, perang, dan bayang-bayang gelap lainnya.

Sudah saatnya anak-anak muda Aceh bersatu-padu memajukan sektor pariwisata. Memang benar, beda wilayah beda pula alang yang melintang. Namun jika dilalui bersama-sama akan semakin mudah menjalaninya.

Kami generasi pesona indonesia Aceh sudah terbentuk, langsung dikukuhkan oleh Kemenpar RI. Nakhoda telah kami tunjuk, Makmur Dimila. Dibahunya yang bidang dibebankan visi dan misi kemajuan pariwisata Aceh. Sinergisitas lintas sektor menjadi langkah awal. Sebab untuk memenangkan kompetisi tingkat dunia tidak perlu sebuah keajaiban, hanya 1 like + 1 share. Semoga.

Vote

Ayo vote Aceh dalam ajang Wisata Halal dengan cara mengisi voting pada link berikut: bit.ly/voteaceh

4 thoughts on “Aceh Menuju Wisata Halal 2016”

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s