Blog Jadi Media Alternatif?

Kini, penyebaran informasi, pesat. Sebagian berpendapat limitless. Alhasil, siapa saja sangat mudah mencari informasi tentang apa saja. Barangkali kini masa jaya media, klimaks. Siapa saja dapat menciptakan media yang membicarakan tentang apa saja.

Bahkan terduga dalang pengeboman Thamrin, Bahrun Naim juga dapat “tayangkan” media, blog. Terkejut? Saya sarankan urung. Sebab siapapun yang menulis tentang apapun akan tidak ada efek, jika kita, sebagai penikmat media membentengi diri dengan cara menyaring informasi.
Continue reading Blog Jadi Media Alternatif?

Tips Mobile Blogging

Meretas hobi bloging, kini, terlampau asik. Mudah, menyenangkan. Sebab, hanya dengan telpon genggam, kamu sudah bisa “mengabarkan”. Pun demikian, masih saja ada yang beranggapan nge-blog itu sulit, rumit. Bahkan ada bayangan bahwa seorang blogger harus mengerti bahasa pemograman, yang ekstraordinary itu.

Menjelaskan secara terperinci pun akan menjadi sama saja, jika mereka tidak langsung mencobanya. Karena giat yang satu ini bisa dikata cukup modern. Canggih. Efeknya dahsyat, melampaui bayangan para penggunanya. Lagi-lagi, kalau tidak dicoba, mustahil diamini, percaya. Continue reading Tips Mobile Blogging

200

Syukur, dengan postingan ini suka tulis telah menerbitkan 200 tulisan. Ini merupakan salah satu checkpoint sekaligus babak baru bagi saya pribadi selaku tukang saji. Saya ucapkan terima kasih sebesarbesarnya kepada para subscriber dan para pembaca sekalian. Sebab jujur, saya tulus menulis kisah kepada khalayak pembaca. Untuk dinikmati, semoga memotivasi.

Perlahan tapi pasti, mungkin idiom itu paling tepat untuk saat ini. Sudah lima tahun berjalan, akhirnya sampai di batu 200. Batu yang mungkin bagi pengelana lain sudah 1000 atau 2000. Pelan-pelan, tapi pasti. Karena toh 1 pun merupakan jarak, saya sudah sedikit jauh dari titik mula. Continue reading 200

Uteesme, Self-Preneurs Sekaligus Gaya

Sejuk dan nyaman. Apalagi yang diinginkan seseorang ketika mengenakan sebuah pakaian? Kalau sudah melengkapi dua hal itu, sah sudah. Katanya sih.

Tapi apa kata anak muda zaman sekarang, yang separuh pikirnya “Kece”. Yap, kece, keren, eyecatching, dan segala sinonimnya itu menjadi satu keharusan baru dalam berpakaian. Beberapa hari lalu, saya memesan sepotong kaos dengan design pribadi. Continue reading Uteesme, Self-Preneurs Sekaligus Gaya

Travel. Culinary. Writing.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.507 pengikut lainnya