Kesawit-sawitan

Setelah kopi, sawit adalah cara lain masyarakat umum mengingat Aceh. Siapa saja yang sedang punya banyak uang, atau yang sedang menunggu warisan. Pasti pernah terlintas ketika dulang ide untuk membuka lahan menanam sawit. Atau membeli lahan yang sudah ditanami sawit. Atau memperluas lahan sawitnya dengan sawit baru. Atau membangun pabrik sawit sebab ingin melipatgandakan rupiah, membeli mobil baru di Medan dan disemak-semakan di Banda Aceh. Continue reading Kesawit-sawitan

Begini Budaya Sensor Mandiri Tingkatkan Kualitas Perfilman Indonesia

Ibarat tsunami, ibarat jatuh cinta. Kini dunia gambar bergerak (film) tidak dapat dibendung, arusnya begitu kencang. Tenaganya begitu kuat. Jika tidak “dikawal”, maka efek buruknya berimbas pada pribadi dan keluarga. Lebih jauh, pranata sosial berubah tak karuan, sampai menalak budi pekerti yang luhur. Hilangnya identitas diri dan perangai buruk lainnya seperti bom waktu yang setiap saat dapat meledak.

Semua itu bisa terjadi jika setiap pribadi yang menikmati film tidak mengedepankan budaya sensor mandiri. Sebab di Indonesia, bukan hanya beras yang diimpor, tetapi juga tontonan. Continue reading Begini Budaya Sensor Mandiri Tingkatkan Kualitas Perfilman Indonesia

Generasi Cengeng Melanda Aceh

Semakin kesini,  (saya yang workless, so sering online) semakin mules melihat perangai pengguna media sosial se-jagat maya. Cengeng-cengeng betul. Fenomena cengeng-kecengengesan ala anak muda yang menggunakan media sosial semakin menjadi-jadi. Yang terjangkit pun ter-multipel tak ter-peri, tumpah-ruah. Halaman (rumah) Facebook saya dipenuhi gelimangan status dan meme termehek-mehek pemuda Aceh. Begitu pula pada pekarangan Instagram, Twitter dan kediaman saya lainnya di alam maya.

Di Aceh, pemicunya saat ini adalah melonjaknya harga emas yang berefek pada sulitnya menyiapkan “kewajiban” seorang laki-laki yang ingin menikah (lagi), yaitu mas kawin/ jeulame. Akibatnya banyak pemuda Aceh yang hilang setengah kewarasannya. Syukur, fenomena ini belum memakan korban, semoga jangan. Continue reading Generasi Cengeng Melanda Aceh

Ini Satu-satunya Majalah Anak yang Terbit di Aceh

Membudayakan gerakan literasi dapat dimulai sejak dini. Semakin cepat menumbuhkan minat baca anak berarti telah membawa anak lebih dekat kepada kesuksesannya kelak. Berbicara soal minat baca, di Aceh, masih sangat rendah. Ibarat kata, minat baca di Aceh bak Mie keu’eng, bek an dipajoh, dicukeh han. Namun apakah masyarakat Aceh harus pesimis dengan fakta miris seperti itu? Saya pikir jangan.

Bersikap ogah-ogahan membumbungkan gerakan literasi sama saja dengan mengutuk kegiatan itu sendiri. Jika saat ini saya mengampanyekan gerakan literasi, dan kamu juga mengampanyekan hal yang sama, saya percaya orang-orang yang paling dekat seperti keluarga dan  teman akan “terusik” dan mulai gemar membaca. Continue reading Ini Satu-satunya Majalah Anak yang Terbit di Aceh

Travel. Culinary. Writing.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.750 pengikut lainnya